Balai Taman Nasional Baluran Situbondo, Jawa Timur terus berupaya mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Baluran dengan menerjunkan 67 personel termasuk dibantu oleh relawan.

Humas Balai Taman Nasional Baluran Situbondo Joko Mulyono, di Situbondo, Rabu, mengatakan dari 67 personel yang diterjunkan untuk memadamkan api itu adalah pegawai Taman Nasional Baluran dan relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) serta masyarakat mitra taman nasional.

"Hingga hari ketiga kebakaran hutan dan lahan di gunung kawasan Taman Nasional Baluran, kami dibantu para relawan Masyarakat Peduli Api dan mitra kami," kata Joko saat dihubungi di Situbondo, Jawa Timur.

Menurut dia, sejauh ini petugas Taman Nasional Baluran dan dibantu relawan memadamkan api menggunakan peralatan pemadam kebakaran tradisional, yakni gepyok dan jet shooter.

Baca juga: Luas karhutla di Taman Nasional Baluran Situbondo capai 88,66 hektare

"Kami bersama rekan lainnya memadamkan api menggunakan gepyok, kalau jet shooter semacam rompi berisi air jarang dipakai karena berat dan medan ke lokasi kebakaran sangat terjal," kata Joko.

Informasi yang dihimpun, Selasa (26/9) kemarin, Kapolres Situbondo bersama dengan jajarannya meninjau kebakaran hutan dan lahan Gunung Baluran dari kejauhan.

Objek wisata alam Taman Nasional Baluran Situbondo ditutup sementara sejak 25-30 September 2023, karena akses jalan satu-satunya digunakan petugas taman nasional untuk operasional dan mobilisasi petugas mengatasi kebakaran hutan dan lahan di kawasan wisata itu.

Tercatat sejak Senin (25/9) hingga Selasa (26/9) luas kebakaran hutan dan lahan Gunung Baluran di kawasan taman nasional itu sudah mencapai 88,66 hektare.

Pewarta: Novi Husdinariyanto

Editor : Taufik


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023