Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut sedekah bumi memiliki arti penting, selain menjaga kearifan lokal, juga sebagai ajang silaturahim antarwarga untuk menguatkan nilai gotong royong sebagai ciri khas warga Kota Pahlawan.

"Sebetulnya sedekah bumi ini adalah untuk mengingat dan menghargai perjuangan leluhur yang dulu babat alas. Jadi, jangan melupakan sejarah, teruskan cita-cita serta perjuangannya, karena leluhur ingin Surabaya guyub rukun," kata Eri Cahyadi saat menghadiri Sedekah Bumi di Kampung Ngesong RW 06 Dukuh Kupang, Dukuh Pakis, Surabaya, Minggu.

Wali Kota Eri turut menyampaikan apresiasi kepada panitia serta masyarakat atas upaya dalam mempertahankan kearifan lokal.

Melalui gelaran sedekah bumi ini, ia mengajak masyarakat untuk menjaga guyub rukun. Sebab, ia bisa melihat kedekatan dan rasa gotong royong yang sangat erat di antara warga.

Untuk itu, ia berharap bahwa tradisi sedekah bumi di Kampung Ngesong RW 06 Dukuh Kupang, Kelurahan Dukuh Kupang, Kecamatan Dukuh Pakis, Surabaya dapat terus dipertahankan dan dilestarikan.

"Ini luar biasa, saling membantu, bahkan jimpitan juga. Pertahankan dan teruskan tradisi ini sebagai bukti bahwa Surabaya selalu guyub rukun," ujar Cak Eri.

Sementara itu, Ketua RW 06 Dukuh Kupang sekaligus ketua panitia sedekah bumi, Iswiyanto menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Eri yang terus peduli dalam upaya mempertahankan dan melestarikan tradisi kearifan lokal yang ada Kota Pahlawan, salah satunya sedekah bumi.

"Terima kasih banyak Pak Eri, ini loh bapaknya Arek Suroboyo yang selalu peduli dengan tradisi dan kebudayaan yang ada di Surabaya. Bahkan Pak Eri berpesan agar saya bersama warga untuk meneruskan tradisi ini," katanya.

Menurut Iswiyanto, meskipun pada era modern saat ini, warga di wilayahnya tiada henti melakukan regenerasi dalam menularkan semangat mempertahankan kearifan lokal.

"Kami terus meregenerasi dengan mengajak anak-anak di Kelurahan Dukuh Kupang khususnya di wilayah RW 06. Kami juga mendapat dukungan penuh dari lurah dan camat," ujarnya.
 

Pewarta: Abdul Hakim

Editor : Abdullah Rifai


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023