Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur memberikan pelatihan dan keterampilan bagi calon pekerja migran Indonesia (PMI) di Madiun, sebagai persiapan untuk penempatan kerja di negara tujuan.

Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans Jawa Timur, Purwanti Utami mengatakan, keterampilan yang diberikan di antaranya tentang tata laksana pekerjaan rumah tangga atau "house keeping".

"Selain pelatihan keterampilan secara gratis, para calon PMI ini juga mendapatkan sertifikat kompetensi," kata Purwanti Utami di Madiun, Kamis.

Ia menjelaskan, untuk calon pekerja migran yang bekerja di sektor informal diberikan pelatihan keterampilan selama 600 jam pelajaran atau selama 2 bulan.

Selain pelatihan house keeping, mereka juga mendapatkan materi tentang bahasa dan budaya negara penempatan, bahaya narkoba, kedisiplinan, dan pentingnya mendapatkan perlindungan ketenagakerjaan dari BPJS Ketenagakerjaan.

Instruktur pada pembekalan dan pelatihan calon pekerja migran tersebut, antara lain dari pihak perusahaan penyalur tenaga kerja, kepolisian, perbankan, dan BPJS Ketenagakerjaan.

Adapun pelatihan diikuti sebanyak 40 peserta yang akan ditempatkan di negara tujuan kerja Taiwan dan Hong Kong. Puluan calon pekerja migran tersebut tergabung dalam penyalur tenaga kerja PT Prima Duta Sejati (PDS) Madiun.

Purwanti Utami menambahkan, secara umum permasalahan ketenagakerjaan di Jatim adalah pengangguran dan produktivitas tenaga kerja yang relatif masih rendah. Hal itu karena rendahnya tingkat pendidikan dan kurangnya keterampilan.

Untuk menghadapi masalah ketenagakerjaan tersebut, pemerintah memprioritaskan terhadap pengembangan SDM melalui pelatihan vokasi, baik "skilling", "upskilling", maupun "reskilling".

"Dengan demikian dapat meningkatkan kemampuan keterampilan, kompetensi, dan produktivitas tenaga kerja. Pasar kerja saat ini sangatlah kompetitif, karenanya tujuan lulusan dari pelatihan adalah dapat bekerja baik di sektor formal maupun in formal," katanya.

Kepala Kantor Cabang PT PDS Madiun Samrozi mengatakan, para calon pekerja migran yang mengikuti pelatihan tersebut telah memiliki dokumen keimigrasian secara resmi dan asli.

"Semua dokumen telah beres, absah, dan asli. Setelah pelatihan, mereka siap ditempatkan," katanya.

Sebagai penyalur tenaga kerja resmi, rata-rata setiap bulan PT PDS Madiun memberangkatkan sekitar 30 hingga 50 calon pekerja migram dari wilayah Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, dan daerah sekitarnya.

Pewarta: Louis Rika Stevani

Editor : Abdullah Rifai


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023