Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, Jawa Timur, menggelar festival buah nanas atau Pineapple Festival 2023 di di pintu tiket masuk wisata Gunung Kelud, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar,  setelah sebelumnya sempat vakum karena pandemi COVID-19.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri Anang Widodo, di Kediri, Minggu, mengemukakan Kabupaten Kediri memiliki potensi budi daya nanas yang cukup besar dan pihaknya ingin agar hasil kebun dengan beragam varietasnya tersebut lebih dikenal publik.

"Berdasar tahun 2022 luasan budi daya nanas Kabupaten Kediri sebesar 2.578 hektare. Terdiri dari empat varietas yakni Queen, Simplex, Pasir Kelud, dan Semut Kayen," katanya.

Ia mengatakan Pemkab Kediri fokus pada hilirisasi dan industrialisasi buah nanas. Selain dijual dalam bentuk buah, nanas bisa diolah menjadi berbagai macam produk olahan uang memberi nilai tambah bagi masyarakat sekitar.

"Harapan kami sebenarnya kegiatan ini selain bisa menghibur juga menggali kreativitas, khususnya produk varian nanas. Lewat pameran yang digelar, muncul kreativitas hasil olahan dan muncul potensi baru terkait produk turunan buah nanas. Ada pie nanas, dodol, jenang nata de pinas, bolu nanas, sari nanas, madu mongso nanas, juga produk fesyen serat nanas," kata dia.

Pihaknya berharap saat operasional Bandara Kediri, ikon dari Kabupaten Kediri dikemas menjadi lebih menarik, termasuk buah nanas.

"Pesan Mas Bup (sapaan akrab Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana), pada Agustus 2023 saat bandara first landing, produk nanas harus menjadi sajian utama dari Kabupaten Kediri. Sekaligus menjadi ikon dan memberikan pesan, belum ke Kediri kalau belum membawa pulang produk nanas," kata Anang.

Dalam kegiatan itu, ada beberapa acara yang digelar diantaranya aneka lomba, pameran olahan, edukasi terkait budi daya nanas. Selain itu juga digelar pawai tumpeng nanas, fashion pineapple carnival, hingga gerebek nanas.

Pewarta: Asmaul Chusna

Editor : Abdullah Rifai


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2023