Pemerintah Kabupaten Sampang memberikan santunan kepada para korban bencana angin kencang di Kecamatan Torjun Sampang yang terjadi beberapa hari lalu.

"Bantuan yang kami salurkan ini merupakan bantuan tanggap darurat guna memenuhi kebutuhan mendesak korban," kata Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial pada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA) Pemkab Sampang Erwin Elmi Syahrial di Sampang, Jawa Timur, Jumat.

Salah satu korban bencana yang didatangi langsung oleh Dinsos Pemkab Sampang adalah rumah Susyawati (60) warga Desa Pangongseyan, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang Madura.

Saat kejadian pada Kamis (1/12/2022) rumah nenek dengan dua orang cucu ini porak-poranda dan nyaris rata dengan tanah. Kini sang nenek untuk sementara waktu tinggal di rumah keluarganya.

Erwin menjelaskan, bantuan tanggap darurat untuk korban bencana angin kencang di Kabupaten Sampang itu terselenggara atas kerja sama antara Pemkab Sampang dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sampang.

"Bantuan tanggap darurat ini berupa paket sembako, perlengkapan tidur dan sejumlah uang tunai," kata Erwin.

Korban bencana yang didatangi langsung oleh tim Pemkab Sampang dari Dinas Sosial, Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan BAZNAS Sampang itu adalah rumah Nurhayati (55) di perumahan Selong Permai, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang, serta rumah Kasiyadi (45) warga Desa Pangelen, Kecamatan Sampang yang rumahnya juga rusak akibat angin kencang.

Bencana alam berupa angin kencang yang disertai hujan deras ini merupakan salah satu jenis bencana yang sering terjadi di Kabupaten Sampang selama musim hujan kali ini.

Jenis bencana lainnya yang juga sering terjadi adalah banjir, dan tanah.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pemkab Sampang Asroni mengingatkan warga yang tinggal di daerah rawan bencana agar meningkatkan kewaspadaan, karena cuaca buruk masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

"Berdasarkan prakiraan, hujan deras disertai petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah di Jawa Timur, termasuk di Kabupaten Sampang ini dalam beberapa hari ke depan," katanya.

Asroni menjelaskan berdasar pemetaan yang dilakukan BPBD Pemkab Sampang, ada sejumlah kecamatan yang masuk daerah rawan bencana. "Dari 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Sampang ini, tujuh kecamatan di antaranya masuk kategori rawan bencana," katanya.

Beberapa kecamatan itu adalah Tambelangan, Robatal, Kedungdung, Karangpenang, Sokobanah, Ketapang dan Kecamatan Jrengik. Menurut dia, dari tujuh kecamatan tersebut, empat kecamatan berpotensi rawan bencana angin puting beliung, yakni Tambelangan, Robatal, Kedungdung, dan Karangpenang, sedangkan kecamatan yang rawan longsor adalah Sokobanah, Ketapang dan Jrengik.

Sementara untuk wilayah yang berpotensi terjadinya bencana banjir di Kabupaten Sampang adalah wilayah Kecamatan Kota Sampang, terutama di sepanjang aliran Sungai Kalikamuning.

"BPBD Sampang telah meminta anggota menyampaikan pemberitahuan BMKG tersebut kepada masyarakat, khususnya di tujuh kecamatan yang masuk daerah rawan bencana tersebut," kata Asroni, menjelaskan.

Pewarta: Abd Aziz

Editor : Fiqih Arfani


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2022