Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mengungkapkan sedikitnya 52 anak di wilayah itu tertular HIV/AIDS dari ibunya.

"Mayoritas anak berstatus ODHA (orang dengan HIV/AIDS) ini tertular dari ibunya sejak masih dalam kandungan," kata Sekretaris KPA Tulungagung Ifada Nur Rohmania di Tulungagung, Senin.

Sejak 2015, KPA Tulungagung sebenarnya sudah mengadopsi program Prevention Mother to Child Transmission of HIV atau PMTCT.

Baca juga: KPA Tulungagung sebut sejumlah remaja terinfeksi HIV/AIDS karena seks bebas

Program ini menyasar kepada ODHA dari kelompok ibu rumah tangga atau berjenis kelamin perempuan, sebagai upaya meminimalkan risiko penularan HIV/AIDS pada janin saat penderita menjalani program kehamilan.

"Program PMTCT di Tulungagung baru ada 2015, sedangkan kebanyakan anak dan remaja yang terjangkit HIV/AIDS lahir sebelum 2015. Artinya, belum ada program tersebut," katanya.

Ia mengatakan dari 52 ODHA kelompok anak itu, sebanyak 10 orang di antaranya masih berusia anak, sisanya berusia remaja.

Baca juga: Pandemi COVID-19, temuan kasus baru HIV/AIDS di Tulungagung turun

Jumlah sebenarnya bisa jadi lebih dari data yang dihimpun KPA sebab banyak kasus HIV/AIDS pada anak belum semua dilaporkan ke KPA.

"Angka tersebut ya relatif. Bisa saja angka temuannya sedikit karena kurangnya penyuluhan,” ucapnya.

ODHA anak rata-rata patuh mengonsumsi antiretroviral (ARV).

Untuk menekan agar tidak semakin banyak anak yang terjangkit HIV/AIDS, Ifada mengharapkan setiap ODHA ibu hamil mengikuti program PMTCT.

Hal ini bertujuan menekan jumlah viral load HIV pada ibu hamil hingga ke kadar yang sangat rendah dan aman untuk melakukan program hamil.

"Ketika melakukan program hamil, ibu yang terjangkit HIV/AIDS itu harus rutin mengonsumsi obat ARV," katanya.

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2022