ProFauna Indonesia meluncurkan Program Hutan Masa Depan sebagai upaya untuk menyinergikan kepentingan ekonomi dan ekologi dalam pengelolaan hutan di Pulau Jawa.

Pendiri ProFauna Indonesia Rosek Nursahid di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu, mengatakan Program Hutan Masa Depan merupakan langkah untuk mengajak masyarakat lokal seperti petani hutan untuk memulihkan hutan dengan penanaman pohon buah-buahan.

"Petani akan mendapatkan keuntungan ekonomi dari panen buah, sementara tegakan pohon akan punya fungsi secara ekologi seperti mengikat tanah agar tidak longsor dan mencegah banjir," kata Rosek.

Rosek menjelaskan untuk hutan dengan status hutan lindung, ProFauna Indonesia juga mendorong penanaman pohon rimba seperti jenis-jenis ficus, agar berfungsi dalam menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat sekitar hutan.

Menurutnya, melalui Program Hutan Masa Depan diharapkan di masa mendatang masyarakat sekitar hutan bisa mendapatkan keuntungan ekonomi dari panen buah dan pengembangan wisata alam yang berkelanjutan.

"Target lainnya adalah mata air yang ada di hutan itu tetap terjaga kelestariannya dan lebih besar debit airnya, karena semakin banyak pohon yang ada di sekitar mata air," ujarnya.

Sementara itu, senior bird watcher Profauna Indonesia Made Astuti menambahkan, dengan mengusung tema “Hutan lestari, masyarakat berseri, burung bernyanyi,” program itu mewakili kepentingan hutan sebagai ekosistem, manusia dan satwa liar yang diwakili keberadaan burung.

"Burung adalah jenis satwa liar yang paling mudah ditemui di semua tempat, termasuk di hutan, sehingga ini cocok untuk mewakili kepentingan satwa liar dalam pelestarian hutan," kata Made.

ProFauna Indonesia berharap, dengan dengan pulihnya hutan, khususnya hutan lindung, burung-burung akan kembali berkicau di habitat alaminya. ProFauna Indonesia akan melakukan patroli rutin bersama masyarakat sekitar untuk mewujudkan hutan yang ramah bagi burung liar.

Sejak 2020 hingga bulan April 2022, ProFauna Indonesia bersama kelompok-kelompok petani hutan, telah menanam sekitar 120.000 pohon di wilayah Malang Raya yang merupakan gabungan dari Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu.

Program Hutan Masa Depan juga bekerja sama dengan kelompok petani hutan, antara lain Kelompok Tani Hutan (KTH) Maju Mapan, KTH Arjuna Baghawanta, Kelompok Perhutanan Sosial Wono Mulyo dan KTH Sidodadi.

Selain dengan KTH, program tersebut juga menggandeng Perhutani KPH Malang dan perusahaan yang peduli akan ekosistem hutan, diantaranya adalah CV Petungsewu Adventure dan Bayiku.id melalui skema adopsi pohon dan adopsi hutan.
 

Pewarta: Vicki Febrianto

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2022