Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Grati di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, fokus mengembangkan pembelajaran agribisnis peternakan setelah mendapat manfaat dari Program Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2021.

Menurut siaran pers kementerian yang diterima di Jakarta, Minggu, SMKN 1 Grati bermitra dengan pelaku usaha dan industri dalam mengembangkan pembelajaran di bidang-bidang keahlian agribisnis, menjalankan program magang, mendatangkan guru tamu, serta menyelenggarakan kelas industri.

"Hasil yang sudah kami peroleh adalah terbentuknya 16 kelas industri, MoU sebanyak 283 dengan DUDI (dunia usaha dan dunia industri) maupun instansi, pelaksanaan project-based learning (pembelajaran berbasis proyek), dan pengembangan teaching factory (pusat pengajaran)," kata Kepala SMKN 1 Grati Nining Faridah.

Keterikatan serta keterlibatan dunia usaha dan dunia industri dalam proses pembelajaran di sekolah menengah kejuruan (SMK) merupakan tolok ukur hubungan antara satuan pendidikan vokasi dengan dunia kerja.

Upaya untuk membangun hubungan sekolah dengan dunia usaha dan industri, menurut Nining, tidak selalu mudah mengingat tidak semua pelaku industri mau membuka pintu bagi sekolah.

Oleh karena itu, ia melanjutkan, saat mendapat kesempatan untuk memperkenalkan sekolah ke dunia usaha dan industri sekolah berusaha memanfaatkannya sebaik mungkin.

"Saat kami mendapatkan kesempatan bertemu dengan pihak manajemen, kami manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk melakukan promosi singkat terkait profil sekolah dan menawarkan serangkaian kerja sama, baik itu magang maupun perekrutan," kata Nining.

"Kami berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik, misalnya dalam permintaan tenaga kerja mereka melampirkan beberapa persyaratan, dan kami berupaya memenuhi persyaratan tersebut sehingga mitra industri puas dan mau bekerja sama lagi," ia menambahkan.

Kolaborasi dengan dunia usaha dan industri, menurut dia, telah mendukung peningkatan kualitas pembelajaran, peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan, serta penyediaan sarana dan prasarana pembelajaran di SMKN 1 Grati.

Sekolah itu antara lain bermitra dengan PT Indonesia Power Grati POMU dalam melaksanakan program kunjungan ke industri, sinkronisasi kurikulum, praktik kerja lapangan, kelas industri, perekrutan siswa, hingga pemberian beasiswa.

Pada tahun 2022 pemerintah menjalankan Program Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan dengan skema pemadanan dukungan, yang memungkinkan dunia usaha dan dunia industri berinvestasi ke SMK.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2021 menyiapkan dana sekitar Rp750 miliar untuk program itu. Dalam hal ini, kementerian akan mengucurkan dana sepadan dengan dana yang dikucurkan oleh industri guna mendukung penguatan pembelajaran di sekolah menengah kejuruan.

SMKN 1 Grati berharap bisa mendapat manfaat dari program tersebut.

"Melalui skema pemadanan dukungan kami ingin mengembangkan teaching factory yang lebih aktif dan produktif, menjadi pusat pembelajaran bagi SMK lain, dan menghasilkan lulusan yang terserap, bahkan menjadi wirausaha," kata Nining.

SMKN 1 Grati telah menghasilkan produk agribisnis berupa karkas ayam beku, telur asin omega 3, telur ayam, telur puyuh, serta disinfektan dan antiseptik. (*)

 

Pewarta: Indriani

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2022