Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP-Naker) Pemkab Sampang, Jawa Timur, merilis data tiga orang pekerja migran asal wilayah itu meninggal dunia di negara tempatnya bekerja.

"Data pekerja migran yang meninggal dunia terhitung sejak tanggal 1 hingga 25 Januari 2022 ini," kata Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Pengembangan DPMPTSP-Naker Sampang Agus Sumarso di Sampang, Rabu.

Sebanyak dua di antara tiga pekerja migran yang meninggal dunia tersebut bekerja di Malaysia, sedangkan seorang lainnya di Brunei Darussalam.

"Berdasarkan catatan kami, dari tiga pekerja migran yang meninggal dunia tersebut, dua di antara mereka melalui jalur ilegal, sedangkan seorang sisanya melalui jalur resmi," katanya.

Ia mengatakan ketiga pekerja migran yang meninggal dunia di tempat kerjanya di luar negeri tersebut saat ini telah dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.

"Yang terakhir pekerja migran yang meninggal dunia bernama Ismail Bahar, warga Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang," ujar Agus.

Ismail Bahar meninggal akibat kecelakaan kerja setelah tertimpa bak truk saat memperbaikinya.

Sebanyak dua pekerja migran lainnya merupakan pasangan suami istri asal Desa Jelgung, Sampang, yang meninggal dunia karena mengalami kecelakaan lalu lintas.

Agus Sumarno menuturkan pemkab melakukan penjemputan secara langsung ke Bandara Internasional Juanda serta memberikan santunan kepada keluarga korban.

"Gratis, tanpa biasa sedikitpun," katanya.

Pada 2021, sebanyak 35 pekerja migran asal Kabupaten Sampang tercatat meninggal dunia di luar negeri. Pada 2020 sebanyak 93 orang, sehingga total pekerja migran yang meninggal dunia mulai 2020 hingga 25 Januari 2020 sebanyak 131 orang.

Pewarta: Abd Aziz

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2022