Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan bahwa penyebaran paham radikalisme di internet mengalami peningkatan yang sangat luar biasa, dan generasi muda patut waspada.

"Dalam hal itu, kita perlu mengingatkan kepada anak-anak muda kita agar jangan sampai mewujudkan narasi-narasi dari kelompok jaringan terorisme yang menyalahgunakan internet atau menyalahgunakan sosial media. Karena itulah yang dapat memecah belah persatuan bangsa kita,” kata Boy Rafly saat meresmikan Warung (Wadah Akur Rukun Usaha Nurani Gelorakan) NKRI di Hedon Cafe Banyuwangi, Kamis.

Mengawali kegiatan kerja pada tahun 2022, Kepala BNPT Boy Rafli Amar meresmikan Warung NKRI di Hedon Cafe Banyuwangi bersama Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Tjahjo Kumolo, serta Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Warung NKRI Banyuwangi merupakan Warung NKRI ke-4 di Indonesia.

Warung NKRI merupakan salah satu program Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang melibatkan seluruh elemen bangsa dan lapisan masyarakat dalam menggiatkan dialog wawasan kebangsaan yang kaya akan nilai toleransi, persatuan, dan gotong royong.

Dikutip dari siaran pers BNPT, Komjen Boy Rafly menambahkan tumbuhnya radikal terorisme marak terjadi di dunia maya. Kontranarasi merupakan perlawanan penting untuk menghadapi propaganda paham intoleran. Masyarakat dapat melakukan kontranarasi dengan menyuarakan pesan perdamaian, persatuan, toleransi, dan cinta bangsa.

Dalam unsur upaya pencegahan di media maya maupun media massa, BNPT kini mengembangkan konsep penanggulangan yang disebut ‘Pentahelix’. Penanggulangan tersebut melibatkan multipihak, baik pemerintah, masyarakat, akademisi, maupun dunia usaha.

Oleh karena itu, Boy Rafli berharap Warung NKRI, atau Wadah Akur Rukun Usaha Nurani Gelorakan NKRI, dapat menjadi wadah silaturahim dan komunikasi dengan harapan membangkitkan rasa nasionalisme.

Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo mengapresiasi hadirnya Warung NKRI sebagai wadah masyarakat untuk berkumpul. Tjahjo menilai tantangan bangsa hingga saat ini adalah masalah radikalisme, terorisme, dan intoleransi.

Menghadapi tantangan tersebut, peran tokoh ulama dan guru sangatlah penting untuk membangun ideologi masyarakat yang cinta damai dan saling menyayangi meski di tengah ragam perbedaan.

"Tantangan bangsa selama 76 tahun merdeka itu yang paling menonjol adalah masalah radikalisme terorisme. Kita sebagai bangsa tentunya punya niat yang sama merukunkan menyatukan bangsa yang beragam beraneka kelompok, golongan, agama, aliran, keyakinan, budaya, dan sebagainya ini," tutur Menteri PAN-RB.

Pewarta: Putu Indah Savitri

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2022