Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, bekerja sama dengan salah satu perusahaan rintisan (startup) perikanan terbesar di Indonesia, yakni Aruna, untuk memberdayakan nelayan di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan lewat program kolaborasi tersebut pemerintah daerah berupaya meningkatkan kapasitas para nelayan di kawasan pelabuhan ikan dalam pembudidayaan, pengolahan dan pemasaran ikan.

"Kita mendorong para nelayan untuk memanfaatkan platform dan aplikasi digital untuk meningkatkan produktivitas hasil perikanan sekaligus meningkatkan pendapatan nelayan," Bupati Ipuk di Banyuwangi, Senin.

Aruna merupakan perusahaan rintisan teknologi yang menyediakan platform untuk mempermudah para nelayan untuk menjual produknya langsung ke pasar global dan domestik.

"Saya berharap semua program terus diarahkan untuk memulihkan ekonomi. Dengan pemulihaan ekonomi, insya-Allah pencapaian-pencapaian yang lain pasti akan diraih. Wisata akan bisa kita perbaiki, kemiskinan bisa dientaskan, pendapatan perkapita masyarakat juga pasti bisa ditingkatkan," ucapnya.

Sementara Founder dan Chief Sustainability Officer Aruna, Utari Octavianty, mengemukakan bahwa Aruna merupakan perusahaan rintisan teknologi yang meringkas rantai pasok nelayan untuk menyajikan ikan segar ke konsumen akhir di berbagai negara. Selain itu, nelayan dapat menjual ikan dengan harga yang lebih baik dan meningkatkan taraf hidupnya.

"Di Hari Jadi Banyuwangi ke-250, Aruna mengambil satu langkah lebih dekat dengan nelayan Banyuwangi dan mewujudkan visi Aruna untuk menjadikan Indonesia menuju poros maritim dunia," ujarnya.

Dengan mengusung visi "Laut Untuk Semua", Aruna berkomitmen untuk meningkatkan taraf hidup komunitas nelayan dengan mendorong praktik perdagangan ikan yang adil dan bertanggung jawab untuk keberlanjutan industri perikanan dalam jangka panjang.

"Aruna merupakan platform integrasi pasar hasil laut terbesar di Indonesia yang menghubungkan nelayan kecil ke pasar global. Oleh sebab itu kolaborasi ini tak hanya membawa nelayan Banyuwangi go digital, tapi sekaligus go global," katanya.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi Alief Rachman Kartiono mengatakan langkah ini salah satu bentuk transformasi wilayah pesisir dengan digitalisasi nelayan dan pemberdayaan perempuan di wilayah Banyuwangi.

Penandatanganan ini mencakup asesmen hingga kolaborasi bersama dalam mempersiapkan nelayan Banyuwangi ke pasar global. Langkah ini mendorong pemberdayaan di sektor perikanan lebih masif.

"Tujuan kemitraan yang kita bangun bersama dengan Aruna ini adalah yang pertama kita mendorong agar pemberdayaan di sektor perikanan lebih masif lagi, terutama para kelompok nelayan tradisional yang sementara ini belum tersentuh program-program pemberdayaan," katanya. (*)

Pewarta: Novi Husdinariyanto

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021