Dinas Perhubungan Kota Surabaya siap mengoperasikan dua trayek transportasi publik berkonsep "buy the service" (BTS) tahun 2021-2022 yakni rute Raya Lidah Wetan-Karang Menjangan-ITS (Pulang Pergi/PP).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Irvan Wahyu Drajad di Surabaya, Jumat, mengatakan, rute BTS yang akan dioperasikan tersebut akan terkoneksi dengan trayek lainnya di Surabaya. 

"Untuk tahun 2022-2023, kami sedang mempersiapkan lima rute lain yang akan terkoneksi dengan Sidoarjo dan Gresik," katanya.

Sehingga, lanjut dia, nantinya akan ada konektivitas antara Teminal Purabaya, Lidah Wetan dan Gresik. Kemudian ada juga konektivitas di Terminal Purabaya untuk ke arah Sidoarjo, dengan adanya rute ini diharapkan bisa menjawab problem kemacetan di dalam kota.

Selain itu, lanjut dia, Dishub Surabaya masih punya pekerjaan rumah (PR) menyiapkan 11 rute lain di tahun 2022 - 2023. Rute baru ini, rencananya untuk menjangkau kawasan Karangpilang, Ampel, hingga terkoneksi ke kawasan Pasar Turi yang nantinya bisa terkoneksi dengan transportasi berbasis rel.

"Sesuai dengan rencana Pemprov Jatim yang akan membangun Surabaya Railway. Trayek itu akan terkoneksi juga dengan Stasiun Pasar Turi, sesuai dengan rencana tersebut, akan terkoneksi dengan moda transportasi berbasis rel. Termasuk trayek 8 dengan rute Sier - RSAL - Tanjung Perak PP. Semoga dengan adanya moda trans ini (Suroboyo Bus) wilayah di seluruh Kota Surabaya dapat terlayani," katanya.

Agar program BTS berjalan lebih maksimal, lanjut dia, Dishub Surabaya juga menerapkan push strategy sebagai pendukungnya. Langkah yang pertama yaitu traffic demand manajemen, hal ini meliputi parkir progresif dan penyediaan lahan parkir (park and ride), untuk kendaraan pribadi di sekitar rute BTS Suroboyo Bus dan feeder. Cara ini agar memudahkan masyarakat beralih ke layanan transportasi umum.

Sedangkan kedua, ada pengaturan waktu dan ruang jalan kendaraan pribadi yang melintas di jalan-jalan tertentu, yang dilewati rute BTS Suroboyo Bus dan Feeder. Ketiga, penerapan tarif Suroboyo Bus dan Feeder agar terjangkau bagi masyarakat serta terintegrasi tiketnya dengan antar moda dan park and ride. 

Keempat, konektivitas rute BTS menghubungkan moda trans Suroboyo bus, feeder dan angkutan kota yang ada di Terminal Purabaya dan Terminal Osowilangun.

"Sedangkan kelima, konektivitas rute BTS juga menghubungkan terminal, stasiun kereta api, pelabuhan, bandara juanda, distrik perdagangan dan perbelanjaan, distrik
perkantoran, serta fasum lainnya," katanya.
 
Pengembangan BTS tersebut bertujuan untuk mengatasi problematika transportasi di kawasan perkotaan. Program BTS merupakan program Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mengajak masyarakat menggunakan alat transportasi publik. (*)
 

Pewarta: Abdul Hakim

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021