Kementerian Kesehatan mengirim sebanyak 30 unit alat ventilator ke RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan guna membantu menangani lonjakan pasien COVID-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit itu.
"Selain mengirim alat ventilator, kami juga akan mengirim tenaga kesehatan untuk membantu penanganan COVID-19 di Bangkalan ini," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Bangkalan, Selasa.
Menkes Budi Gunadi datang ke Bangkalan dalam rangka meninjau langsung penanganan pandemi virus corona jenis baru itu oleh pemkab dan tim Satgas COVID-19 Bangkalan.
Menkes datang ke Bangkalan bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Ganip Warsito dan didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
Di Bangkalan, Menkes Budi Gunadi menggelar rapat koordinasi dengan tim Satgas COVID-19 dan Forkopimda Bangkalan.
Dalam kesempatan itu, Menkes juga meminta Satgas COVID-19 Bangkalan memanfaatkan peran semua elemen masyarakat untuk ikut menyosialisasikan pentingnya mencegah penularan virus corona jenis baru tersebut di kalangan masyarakat.
“Prinsip pokok tentang penanganan penyakit bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati harus diperhatikan dan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah, menurutkan merupakan bentuk pencegahan,” ujar Menkes.
Selain menggelar rapat koordinasi, Menkes RI bersama rombongan juga sempat meninjau pelayanan kesehatan di Puskesmas Bangkalan, Posko PPKM Berskala Mikro di Perumahan Griya Abadi, Desa Billaporah, Socah dan pelayanan kesehatan RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu, Bangkalan.
Lonjakan kasus COVID-19 di Kabupaten Bangkalan terjadi pasca libur Lebaran 1442 Hijriah.
Berdasarkan data yang dilaporkan Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron, kasus baru COVID-19 di wilayah tersebut mencapai 322 kasus, terhitung sejak 10 April hingga 7 Juni 2021.
Jumlah warga Bangkalan yang terpapar COVID-19 sebagaimana dilaporkan bupati ini, bertambah dari laporan Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan Sudiyo.
Sebelumnya pada rapat koordinasi bersama Dinkes Jatim, Sudiyo melaporkan, jumlah kasus baru COVID-19 di Bangkalan hingga 6 Juni 2021 sebanyak 169 kasus dengan jumlah kematian mencapai 34 orang.
Jumlah tertinggi warga yang terpapar virus corona jenis baru tersebut di empat kecamatan, yakni di Kecamatan Arosbaya, Klampis, Geger, dan Bangkalan.
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021
"Selain mengirim alat ventilator, kami juga akan mengirim tenaga kesehatan untuk membantu penanganan COVID-19 di Bangkalan ini," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Bangkalan, Selasa.
Menkes Budi Gunadi datang ke Bangkalan dalam rangka meninjau langsung penanganan pandemi virus corona jenis baru itu oleh pemkab dan tim Satgas COVID-19 Bangkalan.
Menkes datang ke Bangkalan bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Ganip Warsito dan didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
Di Bangkalan, Menkes Budi Gunadi menggelar rapat koordinasi dengan tim Satgas COVID-19 dan Forkopimda Bangkalan.
Dalam kesempatan itu, Menkes juga meminta Satgas COVID-19 Bangkalan memanfaatkan peran semua elemen masyarakat untuk ikut menyosialisasikan pentingnya mencegah penularan virus corona jenis baru tersebut di kalangan masyarakat.
“Prinsip pokok tentang penanganan penyakit bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati harus diperhatikan dan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah, menurutkan merupakan bentuk pencegahan,” ujar Menkes.
Selain menggelar rapat koordinasi, Menkes RI bersama rombongan juga sempat meninjau pelayanan kesehatan di Puskesmas Bangkalan, Posko PPKM Berskala Mikro di Perumahan Griya Abadi, Desa Billaporah, Socah dan pelayanan kesehatan RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu, Bangkalan.
Lonjakan kasus COVID-19 di Kabupaten Bangkalan terjadi pasca libur Lebaran 1442 Hijriah.
Berdasarkan data yang dilaporkan Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron, kasus baru COVID-19 di wilayah tersebut mencapai 322 kasus, terhitung sejak 10 April hingga 7 Juni 2021.
Jumlah warga Bangkalan yang terpapar COVID-19 sebagaimana dilaporkan bupati ini, bertambah dari laporan Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan Sudiyo.
Sebelumnya pada rapat koordinasi bersama Dinkes Jatim, Sudiyo melaporkan, jumlah kasus baru COVID-19 di Bangkalan hingga 6 Juni 2021 sebanyak 169 kasus dengan jumlah kematian mencapai 34 orang.
Jumlah tertinggi warga yang terpapar virus corona jenis baru tersebut di empat kecamatan, yakni di Kecamatan Arosbaya, Klampis, Geger, dan Bangkalan.
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021