Sejumlah nelayan mengusulkan tanggul pemecah ombak segera dibangun oleh pemerintah daerah di kawasan pesisir utara Kota Surabaya, Jawa Timur.

Wakil Wali Kota Surabaya Armuji di Surabaya, Sabtu, mengatakan, ada beberapa permasalahan yang dikeluhkan para nelayan pada saat dirinya ditemani anggota DPRD Surabaya Abdul Ghoni bertemu dengan para nelayan di Sentra Ikan Bulak Surabaya, Jumat (28/5). 

"Mereka mengeluhkan tanggul pemecah ombak agar segera dibangun, harga ikan yang cenderung tidak stabil, dan asuransi untuk nelayan," katanya.

Menurut dia, dari tiga permasalahan yang dikeluhkan nelayan tersebut, pembangunan tanggul pemecah ombak uang dipandang menjadi prioritas untuk saat ini. 

Hal ini, lanjut dia, juga mengantisipasi datangnya banjir rob yang secara tiba-tiba merendam bangunan rumah warga di kawasan pesisir utara, sekaligus juga mengakibatkan kerusakan terhadap perahu milik nelayan. 

Seperti halnya banjir rob akibat dari fenomena super blood moon atau gerhana bulan total yang terjadi pada Rabu (26/5) malam telah mengakibatkan sejumlah kawasan di pesisir utara Surabaya sempat terendam air.

Untuk itu, Armuji berjanji, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya agar bisa memfasilitasi para nelayan terkait tiga permasalahan itu.

Mengenai asuransi, Armuji mengatakan Pemkot Surabaya akan memenuhi permintaan nelayan tersebut. Apalagi, kata dia, asuransinya tidak mahal yakni Rp18 ribu per tahun. 

"Semoga, nanti kami bisa subsidi sebagian. Biar ada berbagi rasa tanggung jawab antara nelayan dan pemerintah," ujarnya.
     
Armuji juga menjelaskan, pentingnya memfasilitasi nelayan dalam menjaga keselamatan mereka. Apalagi mata pencaharian para nelayanan yang senantiasa berada di laut serta menantang bahaya. (*)



 

Pewarta: Abdul Hakim

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021