Jalur pantura Situbondo, Jawa Timur, dari arah Banyuwangi ke Surabaya dan sebaliknya, pada hari kedua diberlakukannya larangan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, Jumat, terpantau lengang kendaraan.

Pos Pengamanan Ketupat Semeru 2021 Polres Situbondo mencatat sejak Kamis (6/5) kemarin ada sekitar 40 kendaraan pribadi roda dua maupun roda empat yang diperiksa kelengkapan keterangan hasil swab antigen negatif dan tujuannya di titik pos penyekatan di wilayah perbatasan Situbondo-Banyuwangi.

"Sejak kemarin sampai hari ini ada sekitar 40 kendaraan yang diberhentikan dan dilakukan pemeriksaan, dua diantaranya kami minta putar balik," kata Wakapolres Situbondo Kompol Pujiarto saat memantau titik penyeketan wilayah timur, di Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo.

Menurut dia, dua unit mobil yang diputar balik karena terindikasi akan melakukan perjalanan mudik tujuan Surabaya, serta mereka juga tidak melengkapi persyaratan perjalanan, seperti dokumen negatif COVID-19 maupun surat tugas.

"Dua kendaraan roda empat tersebut kami paksa putar balik karena tidak ada dokumen persyaratannya," ucap Pujiarto.

Wakapolres menjelaskan dari puluhan kendaraan yang lolos dari razia petugas di pos penyekatan wilayah timur Situbondo, itu, selain membawa dokumen lengkap yang menjadi syarat perjalanan, juga akan melakukan takziah ke rumah kerabatnya yang berada di Bondowoso.

"Memang ada pengecualian yang bisa melanjutkan perjalanan, termasuk yang masih berada dalam satu rayon. Alasannya bukan mudik, tetapi takziah, atau menjenguk orang tua atau anak yang sedang sakit," paparnya.

Sehari sebelumnya atau hari pertama diberlakukannya larangan mudik Lebaran, petugas gabungan Pos Ketupat Semeru 2021 di Banyuglugur, perbatasan Situbondo-Probolinggo, memaksa empat mobil pemudik untuk putar balik dari puluhan kendaraan yang diperiksa kelengkapan dokumen perjalanannya. (*)

Pewarta: Novi Husdinariyanto

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021