Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp12 miliar untuk Koperasi Sinau Andhandani Ekonomi (SAE) Pujon di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan pembiayaan kepada koperasi yang fokus pada produksi susu sapi tersebut disalurkan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUKM).

"Saya melakukan kunjungan kerja ini untuk memastikan pembiayaan kepada koperasi yang ada di sektor produksi dari LPDB sudah berjalan," kata Teten di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jumat.

Teten menjelaskan selain memberikan pembiayaan murah kepada koperasi di Indonesia, Kementerian Koperasi dan UKM juga menyiapkan pendampingan bagi para pelaku UKM dan koperasi.

Menurut Teten, dengan adanya pembiayaan, dan pendampingan tersebut akan mampu menciptakan pebisnis baru yang mampu bersaing secara sehat. Dengan skenario tersebut, maka koperasi diharapkan mampu memiliki daya saing tinggi.

"Kita menyiapkan pembiayaan murah dan pendampingan. Itu bertujuan mengajarkan sebagai pebisnis," kata Teten.

Teten menambahkan pembiayaan yang disalurkan ke Koperasi SAE Pujon sebesar Rp12 miliar tersebut, nantinya akan dipergunakan untuk meningkatkan produktivitas sapi perah, termasuk dengan pembibitan sapi baru.

Selain itu, pembiayaan tersebut juga akan dipergunakan untuk meningkatkan kualitas pakan ternak agar lebih produktif. Saat ini, produktivitas sapi perah di Kecamatan Pujon sebanyak 11,5 liter per ekor sapi per hari.

"Angka 11,5 liter itu sebenarnya kurang produktif, harus berada di kisaran 15-20 liter per hari. Pembiayaan itu akan dipergunakan untuk meningkatkan kualitas pakan dan peremajaan bibit yang lebih produktif," kata Teten.

Ketua Koperasi Sae Pujon Abdi Swasono mengatakan dari pendanaan sebesar Rp12 miliar tersebut akan dipergunakan untuk meningkatkan kualitas pakan ternak sebesar Rp7,5 miliar, kemudian sebesar Rp3,5 miliar untuk pengembangan kafe susu perah, dan Rp1,5 miliar untuk peremajaan bibit.

"Ini merupakan pinjaman dengan jangka waktu lima tahun. Mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik," kata Abdi.

Abdi menjelaskan, pada 2020 yang merupakan masa awal pandemi penyakit akibat virus Corona, Koperasi Sae Pujon mampu mencetak keuntungan senilai Rp3,6 miliar yang mayoritas merupakan hasil dari produksi susu sapi.

"Banyak perusahaan lain gulung tikar, dan merumahkan karyawan. Kami, mencatat keuntungan Rp3,6 miliar kami bersyukur," tutup Abdi.

Pewarta: Vicki Febrianto

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021