Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengungkap nol kasus COVID-19 di hari terakhirnya menjabat saat serah terima jabatan kepada Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Hendro Gunawan di Balai Kota Surabaya, Rabu.

Whisnu mengaku senang di akhir masa jabatannya kasus COVID-19 di Kota Surabaya nol. Menurutnya, ini sebuah prestasi semua pihak yang luar biasa dan prestasi ini harus bisa dipertahankan terus supaya Surabaya bisa segera masuk ke zona kuning dan bahkan bisa masuk zona hijau.  

"Kita semua berdoa supaya pandemi ini bisa terangkat dari Surabaya dan bumi Indonesia," ujarnya.
 
Whisnu menyampaikan bahwa ia bersama Mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Surabaya dan seluruh kepala OPD dan seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan non-ASN di Pemkot Surabaya yang selama sudah bahu membahu bekerja keras untuk kemajuan Kota Surabaya.
 
"Saya berharap ini terus bisa kita pertahankan untuk memberikan darma bhakti kita untuk warga Kota Surabaya," kata Whisnu.
 
Ia juga mengucapkan rasa syukur karena selama masa jabatannya sudah bisa melalui semua masalah di Surabaya dengan baik, dan yang terpenting bisa memberikan yang terbaik buat warga Surabaya.
 
"Bagi saya, pengabdian itu tidak harus dengan jabatan, dimana pun dan kapan pun posisinya, masih terus bisa mengabdi. Tujuan hidup saya untuk memberikan pengabdian kepada warga Surabaya, kepada umat manusia. Saya sendiri ingin bermanfaat untuk manusia yang lain," katanya.
 
Ia juga mengucapkan permohonan maaf apabila selama ini ada tutur kata dan tindakan yang kurang berkenan. Ia pun sadar bahwa manusia terlahir ke dunia tidak lepas dari salah dan dosa, sehingga ia memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semuanya.
 
"Saya berharap sambungan silaturrahmi ini akan terus berlanjut, tidak hanya melihat masa jabatan, tetapi sebagai persaudaraan antar manusia, supaya tali silaturrahmi terus berlanjut," katanya.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Surabaya Hendro Gunawan memastikan pergantian pimpinan ini tidak akan mengganggu aktivitas kinerja di Pemkot Surabaya. Sebab, tinggal beberapa hari lagi akan ada penetapan Wali Kota Surabaya definitif, sehingga untuk mengisi kekosongan dan operasional harian ditugaskan pelaksana harian.
 
"Jadi, tugas-tugas rutin dan pekerjaan-pekerjaan fisik rutin tetap bisa berjalan, tidak ada masalah, dan layanan kepada masyarakat tetap akan berjalan seperti biasa," katanya.

Pewarta: Abdul Hakim

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021