Amithyahotels memaksimalkan promosi lewat media sosial atau digital marketing agar bisa tetap bertahan selama pandemik COVID-19.

CEO Amithyahotels, Rucita Permatasari mengungkapkan pariwisata dan perhotelan merupakan sektor yang sangat terdampak pandemik COVID-19, sehingga terpaksa harus melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

"Kami memilih bertahan karena memang sektor perekonomian harus kita dukung dan bangkitkan," ujar Rucita di Surabaya, Kamis.

Menurut dia, tak perlu menyalahkan keadaan karena bukan hanya hotel saja yang terdampak. Para pelaku hotel baik unit dan managemen harus bergandengan tangan untuk meningkatkan kembali gairah wisata.

Rucita mengatakan pihaknya telah melakukan pertemuan secara virtual bersama manajer hotel seluruh unit Pulau Jawa hingga Papua.

Dalam pertemuan itu, Rucita memberikan banyak masukan, saran hingga ide dalam membangkitkan bisnis perhotelan.

"Di masa pandemik ini banyak sekali yang perlu dikembangkan. Misalnya menggencarkan delivery order (pesan antar) melalui media sosial hingga menawarkan promo menu makanan dengan harga terjangkau," ujarnya.

Amithyahotels menawarkan menu nasi Mbendina kulit Rp26.000, nasi Mbendina ayam rempah Rp26.000, nasi Mbendina telur rendang Rp23.000 hingga nasi Mbendina combo Rp32.000.

"Kami jualan banyak menu mulai dari harga Rp25.000 dan gratis biaya pengantaran. Jadi kami push (dorong) ke food and beverage, restoran mulai buka dengan penerapan protokol kesehatan ketat," tuturnya.

Di sisi lain, dia menyadari bahwa selama pandemik ini, kegiatan perhotelan tidak bisa dilakukan seperti biasa. Alhasil semua kegiatan tersebut harus dialihkan ke digital.

Untuk mendukung digitalisasi tersebut, pihaknya memberikan berbagai pelatihan untuk para staf, seperti pelatihan digital marketing, dan lain sebagainya.

"Selain itu juga bagaimana melayani customer secara digital. Mengeduksi secara digital bagaimana cara kita menjual informasi kepada customer secara digital," katanya.

Menurut Rucita, sekarang ini customer juga lebih pintar dalam memilih pemasaran digital yang dilakukan perusahaan. Ia berharap, kondisi ini segera membaik dan hotel bisa mulai stabil kembali.

"Banyak hotel bangkrut karena pandemik, kita hanya bisa berharap semoga kondisi ini cepat berlalu dan industri perhotelan bisa segera bangkit," tutur-nya.

Pewarta: Willy Irawan

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021