Relawan yang tergabung dalam Tim Wash Palang Merah Indonesia (PMI) Jember membantu menguras sumur warga yang terdampak banjir akibat luapan air Sungai Bedadung di Kelurahan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa.
"Tim Wash PMI sudah turun ke lokasi untuk menguras beberapa sumur warga yang airnya kotor dan keruh," kata Ketua PMI Jember Zaenal Marzuki.
Ia menjelaskan bahwa Tim Wash PMI Jember mengecek kondisi sumur warga yang terdampak banjir pada Senin (1/2) dan melaporkan bahwa beberapa sumur warga perlu dikuras karena kemasukan lumpur.
"Kami turun juga atas permintaan dari warga. Tim asesmen memang melaporkan perlunya menguras sumur warga yang terendam banjir disertai lumpur, sehingga hari ini Tim Wash PMI menguras sumur warga," katanya.
Tim Wash PMI membantu menguras sumur warga di lingkungan RT 04 RW 35 di Jalan Bengawan Solo; RT 01 RW 031 di Tegalboto Kidul; RT 01 RW 27 di Tegalboto Lor; dan RT 01 RW 01 di Krajan Barat di wilayah Kelurahan/Kecamatan Sumbersari serta RT 02 RW 05 di Tembaan, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates.
Kepala Bidang Pelayanan Markas PMI Jember Elvana Kusdijanto mengatakan bahwa selain membantu menormalisasi sumur warga, relawan PMI membagikan klorin dan tawas untuk menetralisir air.
"Pemberian klorin dan tawas untuk mencegah ada bakteri di dalam sumur warga yang sempat terendam banjir disertai lumpur akibat luapan Sungai Bedadung karena sebagian sumur warga sangat keruh," katanya.
Wasianto, warga yang lingkungannya terdampak banjir, mengatakan bahwa banjir membuat air di sumurnya sangat keruh sehingga tidak bisa digunakan sama sekali.
"Kami berharap sumur warga yang terdampak banjir dikuras sampai bersih sehingga air di dalam sumur bisa digunakan lagi untuk kebutuhan sehari-hari," katanya.
Ia berterima kasih kepada relawan PMI Jember yang telah membantu menormalisasi sumur warga yang terdampak banjir.
Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember, banjir akibat luapan air Sungai Bedadung berdampak pada 411 keluarga yang tersebar di 13 desa/kelurahan yang berada di wilayah tujuh kecamatan di Jember.
Bencana banjir menyebabkan 27 rumah rusak berat, 42 rumah rusak sedang, dan delapan rumah rusak ringan serta berdampak pada lima fasilitas umum di wilayah tersebut.
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021
"Tim Wash PMI sudah turun ke lokasi untuk menguras beberapa sumur warga yang airnya kotor dan keruh," kata Ketua PMI Jember Zaenal Marzuki.
Ia menjelaskan bahwa Tim Wash PMI Jember mengecek kondisi sumur warga yang terdampak banjir pada Senin (1/2) dan melaporkan bahwa beberapa sumur warga perlu dikuras karena kemasukan lumpur.
"Kami turun juga atas permintaan dari warga. Tim asesmen memang melaporkan perlunya menguras sumur warga yang terendam banjir disertai lumpur, sehingga hari ini Tim Wash PMI menguras sumur warga," katanya.
Tim Wash PMI membantu menguras sumur warga di lingkungan RT 04 RW 35 di Jalan Bengawan Solo; RT 01 RW 031 di Tegalboto Kidul; RT 01 RW 27 di Tegalboto Lor; dan RT 01 RW 01 di Krajan Barat di wilayah Kelurahan/Kecamatan Sumbersari serta RT 02 RW 05 di Tembaan, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates.
Kepala Bidang Pelayanan Markas PMI Jember Elvana Kusdijanto mengatakan bahwa selain membantu menormalisasi sumur warga, relawan PMI membagikan klorin dan tawas untuk menetralisir air.
"Pemberian klorin dan tawas untuk mencegah ada bakteri di dalam sumur warga yang sempat terendam banjir disertai lumpur akibat luapan Sungai Bedadung karena sebagian sumur warga sangat keruh," katanya.
Wasianto, warga yang lingkungannya terdampak banjir, mengatakan bahwa banjir membuat air di sumurnya sangat keruh sehingga tidak bisa digunakan sama sekali.
"Kami berharap sumur warga yang terdampak banjir dikuras sampai bersih sehingga air di dalam sumur bisa digunakan lagi untuk kebutuhan sehari-hari," katanya.
Ia berterima kasih kepada relawan PMI Jember yang telah membantu menormalisasi sumur warga yang terdampak banjir.
Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember, banjir akibat luapan air Sungai Bedadung berdampak pada 411 keluarga yang tersebar di 13 desa/kelurahan yang berada di wilayah tujuh kecamatan di Jember.
Bencana banjir menyebabkan 27 rumah rusak berat, 42 rumah rusak sedang, dan delapan rumah rusak ringan serta berdampak pada lima fasilitas umum di wilayah tersebut.
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021