Sejumlah warga di kawasan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengeluhkan layanan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Tirta yang terhenti selama sebulan terakhir, sehingga warga mengalami kesulitan air bersih.

Salah satu warga, Lutfi Syarifuddin, di Gresik, Senin, mengatakan sudah sebulan lebih dirinya bersama warga di Cerme mengalami air PDAM mampet dan telah berulangkali mengajukkan komplain ke PDAM, namun belum ada solusi.

“Kemarin sempat mengalir, tapi tidak lama mampet lagi,” kata Lutfi kepada wartawan.

Selain di wilayah Cerme, sejumlah warga di sekitar kawasan Kota Gresik juga mengeluhkan hal yang sama, akibatnya aliran air ke rumah-rumah sangat minim.

"Kami para warga memilih menampung air lebih dulu jika sewaktu-waktu dibutuhkan, dan hal ini menyulitkan kami apabila berlangsung cukup lama," kata seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Menanggapi keluhan warga, Direktur PDAM Giri Tirta Gresik Siti Aminatus Zariyah mengakui bahwa berulang kali pipa distribusi air bocor terkena proyek saluran di Jalan Raya Cerme, sehingga menyebabkan terhentinya distribusi air ke rumah pelanggan hingga sebulan terakhir.

"Pipa di kawasan Cerme lagi bocor akibat terdesak alat berat backhoe. Karena seringnya bocor akibat proyek itu, sudah berapa kali dan berapa titik yang terdampak. Sudah banyak sudah berulang kali,” katanya

Ia mengaku sejak awal sudah ada petugas PDAM di lapangan untuk menegur dan mengawasi jalannya pengerukan jalan, tetapi hal itu kerap tidak diperhatikan para pekerja proyek.

"Kena backhoe, langsung kita perbaiki, backhoe jalan lagi dirusak lagi. Padahal sudah disampaikan oleh pengawas PDAM, tetapi tidak diperhatikan dan terus kami usahakan perbaikan," demikian Siti Aminatus Zariyah .

Pewarta: A Malik Ibrahim

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2020