Dunia penerbangan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, secara perlahan kembali pulih memasuki era adaptasi kebiasaan baru, dan tercatat pada masa liburan panjang pekan kemarin menunjukkan mulai meningkatnya jumlah penumpang melalui transportasi udara.

"Saat ini pemahaman masyarakat terhadap protokol kesehatan cukup tinggi, sehingga membuat mereka percaya diri untuk menggunakan transportasi udara," kata Kepala Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, MY Bramuda di Banyuwangi, Rabu.

Apabila dibandingkan dengan masa sebelum pandemi, jumlah penumpang memang mengalami penurunan. Namun di masa adaptasi kebiasaan baru ini, peningkatan penumpang mulai membaik dibandingkan saat pandemi COVID-19.

"Meskipun secara persentase dari tahun lalu mengalami penurunan, menggeliatnya aktivitas penerbangan dan meningkatnya jumlah penumpang di masa adapatasi kebiasaan baru ini merupakan kabar baik," kata Bramuda.

Berdasarkan laporan Angkasa Pura II, katanya, pergerakan data angkutan udara di Bandara Banyuwangi, pada 19 Agustus 2019 tercatat total pesawat 13 flight dengan jumlah penumpang 892 pax dan kargo 302 kilogram. Pada periode yang sama pada 19 Agustus 2020 total ada pesawat 6 flight, jumlah penumpang 222 pax dan  kargo 1.605 kg.

Pada 20 Agustus 2019 total pesawat 16 flight dan jumlah penumpang 770 pax serta kargo 803 kilogram. Pada periode yang sama pada 20 Agustus 2020, total pesawat 12 flight, jumlah penumpang 356 pax dan kargo 1143 kilogram.

Dengan demikian, apabila dibandingkan tahun lalu memang tahun ini tren jumlah penumpang mengalami penurunan 53 persen, namun di masa adaptasi kebiasaan baru ini pergerakan penumpang sudah mulai mengalami peningkatan dibandingkan saat awal pandemi.

Hal itu terlihat dari jumlah penumpang selama masa liburan panjang akhir pekan kemarin, di mana peningkatan terjadi pada Rabu 19 Agustus, dari jumlah pesawat 6 flight, jumlah penumpang mencapai 222 Pax. Demikian juga pada Kamis 20 Agustus 2020, dari jumlah pesawat 6 Flight, jumlah penumpang 317 pax.

Bahkan tanggal 23 Agustus 2020, terjadi lonjakan penumpang arus balik sebesar 287 pax dengan 6 flight.

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan bahwa pola ini sama seperti kondisi normal yakni frekuensi penerbangan pada libur panjang lebih tinggi dibandingkan hari biasa.

"Saat ini terdapat pola yang sama seperti kondisi sebelum pandemi. Terdapat peningkatan jumlah penumpang saat liburan dibandingkan hari biasa. Ini menunjukkan masyarakat mulai percaya diri untuk naik pesawat," kata Awaluddin.

menurut ia, masyarakat mulai memahami protokol kesehatan di tengah pandemi pada saat keberangkatan dan kedatangan pesawat. Dengan memahami protokol, maka penumpang mempersiapkan segala sesuatunya sebelum melakukan perjalanan.

Di tengah pandemi, pengembangan layanan dan fasilitas bandara difokuskan pada lima hal, yaitu jaga jarak fisik, health screening, touchless processing, facility cleanliness, sanitizing dan lainnya.

Hal ini membuat penumpang merasa aman dengan layanan serta fasilitas di bandara, dan turut mendorong kepercayaan masyarakat untuk menggunakan pesawat. (*)

Pewarta: Novi Husdinariyanto

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2020