Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, melakukan pergantian terhadap sembilan orang petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) Pilkada 2020 yang hasil rapid test atau tes cepatnya menunjukkan reaktif.

Ketua KPU Kabupaten Situbondo Marwoto kepada wartawan di Situbondo, Senin, mengatakan pihaknya telah mengambil langkah tegas dengan mengganti PPDP yang hasil rapid test untuk deteksi virus corona menunjukkan reaktif.

"Dari 1.270 orang petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP), ada sembilan orang yang reaktif. PPDP akan mulai bertugas melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih pada 15 Juli 2020," ujarnya.

Selain itu, lanjut Marwoto, hasil tes cepat terhadap penyelenggara Pilkada Situbondo dari unsur PPK dan PPS mencatat sebanyak 10 orang juga diketahui reaktif.

Sepuluh orang yang reaktif dari PPS dan PPK itu tidak dilakukan pergantian, namun wajib melakukan isolasi mandiri sembari menunggu hasil tes usap (swab test).

"Sepuluh orang PPS dan PPK yang reaktif tidak diganti karena masih belum melakukan aktivitas tatap muka, jadi ada toleransi agar menjalani isolasi mandiri dan menunggu hasil tes usapnya," ucapnya.

Marwoto menambahkan sebanyak 19 orang PPK, PPS, dan PPDP yang reaktif hasil tes cepatnya dilanjutkan dengan tes usap pada hari ini.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo Akhmad Yulianto mengemukakan bahwa belasan penyelenggara pilkada yang hasil tes cepatnya reaktif, mayoritas berasal dari zona merah dan rentan terpapar virus corona (COVID-19).

"Mereka sudah menjalani isolasi mandiri secara ketat dan dipantau petugas. Gugus tugas melakukan tes usap terhadap 19 orang tersebut hari ini, sebagai upaya menekan penyebaran virus corona," tuturnya.

Sebelumnya, sekitar 2.200 orang penyelenggara pilkada PPK, PPS, dan PPDP menjalani tes cepat di halaman KPU Kabupaten Situbondo, sejak 6 hingga 8 Juli 2020. (*)

Pewarta: Novi Husdinariyanto

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2020