Program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) membuat peserta tenang dan tidak merasa cemas ketika hendak berobat, seperti yang dirasakan Ismawati warga Dusun Perengkulon, Desa Melirang, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. 

Dirinya mengaku sangat terbantu dengan program yang diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tersebut. "Sejak jadi peserta JKN-KIS saya dan keluarga tenang. Tak was-was lagi dengan biaya obat yang kita ketahui sangat mahal.  Andai tidak punya JKN-KIS, ya mungkin kelabakan," ungkapnya, Selasa.

Sebelum mengikuti program JKN-KIS, peserta segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) ini mengaku kesulitan jika anggota keluarganya membutuhkan pengobatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama ataupun di rumah sakit. 

"Suami saya kan cuma kuli bangunan, jadi kami dulu kalo mau berobat mikir-mikir dulu. Bisa untuk makan saja Alhamdulillah,” tuturnya. 

Dia pun menceritakan manfaat JKN-KIS ini ketika dirasakan suaminya, Muhammad Arif Jayadi yang beberapa waktu lalu mendapatkan perawatan intensif setelah divonis sakit demam berdarah.  Saat itu, suaminya dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Gresik selama tiga hari. Selama pengobatan serta rawat jalan, Ismawati mengaku tidak mengeluarkan biaya apapun.

"Semua gratis, suami saya saat itu harus dirawat selama tiga hari, dan kami mendapatkan sesuai hak kelas kami. Tidak dibeda-bedakan karena peserta PBI," katanya, menerangkan.

Selain suami tercintanya, manfaat JKN-KIS ini juga dirasakan anak keduanya yang saat itu mengalami sesak nafas.

"Anak saya yang kedua, saat itu mengalami sesak nafas. Langsung saya larikan ke RS, dan bersyukur semua pengobatannya ditanggung oleh JKN-KIS," tuturnya, mengisahkan.

Dalam kesempatan ini, Ismawati juga menyampaikan apresiasi serta harapannya terhadap BPJS Kesehatan yang menurutnya telah membantu masyarakat khususnya bagi ia dan keluarganya.

"Harapan saya untuk keberlangsungan Program JKN-KIS agar tetap ada sampai kapan pun, karena saya sendiri dan keluarga telah terbantu, telah merasakan manfaatnya. Terima kasih pemerintah dan BPJS Kesehatan yang telah berjuang untuk pemerataan kesehatan bagi seluruh masyarakat," katanya.
 

Pewarta: A Malik Ibrahim

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2020