Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar melakukan pengecekan kesiapan tempat ibadah menjelang penerapan era normal baru di tengah pandemi corona yang masih terjadi hingga kini.

"Alhamdulillah saya bisa ke Masjid Al-Khalid. Kita tahu bersama masyarakat juga ingin sekali ke masjid untuk beribadah dan berdoa dengan kapasitas yang tidak penuh. Jadi 50 persennya seperti sekarang ini diberi batas-batas mana yang tidak boleh ditempati. Ini edukasi atau pembelajaran," kata Wali Kota di Kediri, Jawa Timur, Kamis (4/6).

Mas Abu, sapaan akrabnya menjelaskan untuk saat ini masjid yang berada di jalan besar masih belum diizinkan buka.

"Untuk masjid yang ada di perlintasan jalan belum diperbolehkan. Nanti tetep ya mengurus izinnya ke gugus tugas. Jadi seperti di Al-Khalid (Masjid Al-Khalid Kediri) ini boleh, karena yang shalat disini adalah warga-warga sekitar sini. Jadi semua bisa mendeteksi," kata dia.

Ia menegaskan protokol kesehatan bagi semua jamaah harus tetap dilakukan sebelum masuk untuk beribadah.

"Sembari membuka masjid juga memperketat protokol kesehatan. Jangan lupa kalau ke masjid wajib bermasker, wudhu di rumah, bawa sajadah sendiri dari rumah dan jaga jarak. Kita harus saling mengingatkan. Kalau penuh langsung ditutup," ujar Mas Abu.

Mas Abu juga meminta warga yang berjamaah segera kembali ke rumah.

"Jangan dulu salaman dan sementara jangan ada Shalat Jumat dulu. Karena kalau sekarang banyak orang yang mencari masjid yang ada Shalat Jumat. Nanti kita susah mendeteksinya. Ini nanti bukan berarti membolehkan, tetap ada izinnya ke gugus tugas dan nanti akan diberi izin. Kami juga akan cek masjidnya bagaimana karena sekarang kita memasuki fase beradaptasi," ujar dia.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil meminta agar takmir-takmir di Kota Kediri menaati semua arahan yang telah diberikan oleh Pemerintah Kota Kediri.

"Alhamdulillah pada hari ini Pak Wali Kota telah memberikan arahan pada kita tentang pelaksanaan ibadah di masjid. Oleh karenanya apa yang tadi diarahkan oleh Pak Wali yang ketepatan di Masjid Al-Khalid ini ditaati dan umumnya takmir-takmir masjid di Kota Kediri. Sehingga dengan doa mudah-mudahan COVID-19 segera terselesaikan," kata Gus Ab, sapaan akrabnya.

Wali Kota Kediri didampingi Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil dan sejumlah pejabat di Pemkot Kediri.

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Masjid Al-Khalid yang terletak di Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota, Kediri.

Saat ke masjid, Wali Kota mengenakan peci, kemeja putih lengan panjang dan juga masker. Sebelum memasuki masjid, Wali Kota juga menerapkan protokol kesehatan dengan mencuci tangan menggunakan sabun serta dicek suhu tubuh oleh anggota Takmir Masjid Al-Khalid tersebut.

Di dalam masjid, Wali Kota Kediri juga langsung meninjau lokasi shalat maupun jarak antarjamaah yang telah diatur, lalu jarak pada tempat wudhu. Hal itu juga memantau kesiapan menuju era normal baru.

Data perkembangan COVID-19 di Kota Kediri per Kamis (4/6), jumlah orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 323, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 31, dan jumlah yang terkonfirmasi adalah 46, dimana 37 masih dirawat, satu dipantau, tujuh sudah sembuh, dan satu meninggal dunia. (*)

Pewarta: Asmaul Chusna

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2020