Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Situbondo Abu Bakar Abdi mengemukakan bahwa penularan Corona Virus Disease 19 (COVID-19) dari jamaah masjid, mudah dan cepat menulari orang di sekitarnya.

"Jadi, penularan virus corona (COVID-19) klaster jamaah Masjid Desa Olean, Kecamatan Mangaran, berbeda dengan virus impor atau klaster jamaah umrah, karena virus ini bermutasi sehingga sangat cepat dan mudah menulari orang di sekitarnya," kata Abu Bakar di Situbondo, Jawa Timur, Rabu.

Menurut dia, klaster jamaah masjid ini mudah menulari orang yang ada di sekitarnya atau saat warga kerap berkumpul dan bagi yang berhubungan erat.

Oleh karena itu, Abu Bakar mengimbau masyarakat, khususnya warga Desa Tenggir (Kecamatan Panji) dan Desa Olean (Kecamatan Kota Situbondo) yang terdampak penularan dari klaster jamaah masjid itu untuk sementara mengurangi tatap muka langsung atau berkumpul.

"Imbauan saya bagi warga dua desa tersebut, berhenti sementara bertamu dan juga jangan menerima tamu. Tujuannya memutus mata rantai penularan virus ini," ucapnya.

Data yang dihimpun, klaster jamaah Masjid Baitur Rahman Desa Olean merupakan yang terbanyak apabila dibandingkan dengan penularan dari klaster jamaah umrah dan klaster perjalanan dari luar daerah.

Hingga Rabu, 3 Juni 2020, pasien positif terpapar COVID-19 di Situbondo tercatat sebanyak 56 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 43 orang merupakan klaster jamaah masjid, sisanya klaster jamaah umrah dan perjalanan dari luar daerah.

Secara keseluruhan, sebanyak 11 orang pasien sudah sembuh total, dua pasien meninggal dunia, dan 43 orang dalam perawatan. 

Data juga mencatat jumlah pasien dalam pengawasan atau PDP sebanyak 39 orang, meliputi lima orang rawat inap, satu orang meninggal dunia, dan 33 orang selesai pengawasan. Sementara jumlah orang dalam pemantauan (ODP) tercatat 439 orang. (*)

Pewarta: Novi Husdinariyanto

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2020