Kodim 0809 Kediri dan PT Gudang Garam, Tbk, Kediri, melakukan sinergi dengan perbaikan atau revitalisasi sebanyak empat bak penampung air atau tandon air di Desa Puncu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, setelah mengalami kerusakan sehingga bisa dimanfaatkan untuk pemenuhan air bersih bagi warga, terutama saat kemarau.

"Kami telah selesai merevitalisasi tandon air di Kecamatan Puncu ini, harapannya debit air semakin meningkat, karena wilayah sini sulit air bersih," kata Dandim 0809 Kediri Letkol Kav. Dwi Agung dalam acara peresmian bak penampung air di Desa/Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Jumat.

Empat titik bak penampung yang direvitalisasi masing- masing bak penampung memiliki daya tampung air sebanyak 63,65 M³, 140 M³, 13,73 M³ dan 0,24 M³. Untuk panjang pipa distribusi air bersih terhitung dari tandon pertama yang paling bawah ke area lokasi permukiman penduduk terdekat, diperkirakan 1,5 kilometer.

Lokasi bak penampung air tersebut serta saluran air bersih terletak di Dusun Damarwulan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, di kaki Gunung Kelud. Bak penampung tersebut mampu memenuhi kebutuhan air bersih untuk dua desa yakni Desa Puncu dan Desa Satak, Kecamatan Puncu, dengan jumlah 2.822 kepala keluarga (KK).

Pihaknya melakukan perbaikan bak penampung air bersih bekerja sama dengan PT Gudang Garam, Tbk Kediri. Fokus revitalisasi adalah di bak penampung air, sedangkan untuk pipanisasi hingga kini masih layak dimanfaatkan warga. Kegiatan itu dimulai sejak Januari 2020.

"Keterlibatan TNI dari Koramil Puncu kami kerahkan untuk bekerja bersama dengan masyarakat. Kami kerja sama untuk kepentingan bersama dan untuk kesejahteraan masyarakat," kata dia.

Manajer Public Relation PT Gudang Garam, Tbk Kediri Iwhan Tri Cahyono mengatakan program ini salah satu wujud kepedulian perusaahaan terhadap warga. Selama ini, perusahaan juga konsentrasi untuk penyediaan air bersih salah satunya di Kecamatan Puncu, misalnya setelah terjadi erupsi Gunung Kelud dengan kegiatan bakti sosial.

"Harapannya dengan kegiatan ini bak penampung air bisa meningkatkan kualitas air, kebersihan, dan kelancaran aliran air sampai masuk ke rumah warga," kata dia.

Sementara itu, Camat Puncu Hadi Mulyo mengaku terbantu dengan revitalisasi tersebut. Saat kemarau, air di daerah Puncu sulit didapat, sehingga dengan adanya bak penampung air, warga bisa terbantu.

"Sumber air sedikit, jadi ini berusaha untuk meningkatkan sumber air. Di Puncu ini ada enam dusun dan semua sama (sulit air). Jadi, dengan bak penampung ini termasuk di Puncu dan Desa Satak, bisa teraliri alir. Semoga sesuai harapan dan ini tidak ada iuran, gratis semua," kata Hadi. (*)

Pewarta: Asmaul Chusna

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2020