Wali Kota Kediri, Jawa Timur,  Abdullah Abu Bakar menekankan kepada seluruh ASN agar memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, sehingga menjadi lebih mudah, cepat, dan tepat.

"Saya melihat pelayanan itu seperti bagaimana kita ingin dilayani. Nah, itu diaplikasikan di instansi masing-masing. Kita harus keren dibandingkan daerah-daerah lain," katanya dalam acara "Expose Penyampaian Monitoring Pelayanan Publik Kota Kediri" di Kediri, Kamis.

Mas Abu, sapaan akrab wali kota, juga meminta agar ASN mengenali kondisi Kota Kediri dan masyarakat yang dilayani. Kota Kediri tidak memiliki wilayah yang luas, sehingga untuk memajukan daerah serta menumbuhkan perekonomiannya harus dibuat sistem pelayanan yang baik di kota ini.

"Pelayanan harus bagus, kotanya harus keren dan pluralismenya terjaga dengan baik. Jadi orang masuk ke Kediri merasa cozy. Kalau kami buka data statistik penduduk di Kota Kediri ini sebesar 75 hingga 80 persen adalah usia produktif. Artinya mereka ini pegang gawai bisa memperoleh layanan daring. Nah untuk yang 25 persen ini manginginkan pelayanan konvensional. Jadi pelayanan manual harus bagus dan terus dibenahi," kata dia.

Mas Abu juga mengungkapkan bahwa saat ini yang dibutuhkan adalah percepatan pelayanan, karena masyarakat sangat aktif dan berharap pelayanan terbaik. Saat ini banyak masyarakat komplain melalui sosial media.

"Tempatkan orang yang tepat untuk melayani. Mau tidak mau kita harus memaksa anggota untuk melayani dengan baik. Saat ini kita dengan masyarakat sudah tidak ada sekat. Kita harus malu kalau pelayanan buruk," ujar dia.

Wali Kota juga menambahkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) di Kota Kediri sebesar 3,41 masuk dalam kategori baik. Targetnya di tahun 2024 nilai IKM Kota Kediri sebesar 3,80 atau kategori sangat baik.

Untuk itu, Mas Abu mengajak seluruh ASN untuk berkolaborasi membangun sistem yang keren dan bagus. Sehingga, mempermudah dalam pengambilan kebijakan dan apa yang harus diprioritaskan.

"Mari kita kerjakan bersama-sama. Kita harus terus berinovasi. Apalagi, sebentar lagi Kota Kediri bukan hanya kota yang hidup dengan jasa dan perdagangan. Namun juga sebagai kota pendidikan. Saya juga minta dihitung juga index for happiness di Kota Kediri. Karena bagi saya yang paling penting adalah kebahagiaan. Kalau orang itu bahagia, ia akan jauh lebih produktif," kata dia.

Kepala Bagian Organisasi Pemkot Kediri Wahyu Kusuma Wardani mengatakan sebelum kegiatan Expose Penyampaian Monitoring Pelayanan Publik ini, terlebih dulu telah dilakukan penilaian di 70 OPD layanan yang dibagi dalam tiga kategori.

Kategori penghargaan itu yakni kategori kelurahan, puskesmas, dan OPD. Penilaian dilakukan oleh tim yang terdiri dari akademisi dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kota Kediri dalam rentang waktu tiga bulan.

"Kami mencoba memotret kondisi riil di lapangan. Dalam tiga bulan kami amati dua kali dengan dua personel berbeda. Nilai secara objektif dengan enam indikator penilaian sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2017 tentang pedoman penilaian unit pelayanan publik," kata dia.

Melalui penilaian itu, lanjut Wahyu, diharapkan hasilnya bisa dijadikan rapor bagi OPD untuk membenahi atau meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat.

"Kami dari gagian organisasi tidak hanya memberikan penghargaan bagi yang sudah bagus. Kami juga akan memberikan penghargaan berupa pembinaan dan pendampingan kepada OPD yang mendapat nilai rendah di tahun 2020, sehingga jurang pemisah tidak terlalu jauh antara yang baik dan yang rendah," kata Wahyu.

Sementara itu, untuk kategori kelurahan berhasil diraih oleh Kelurahan Mrican dengan nilai 2,92 dan Kelurahan Kampungdalem dengan nilai 2,84. Untuk kategori puskesmas diraih oleh Puskesmas Kota Wilayah Selatan dengan nilai 4,08 dan Puskesmas Kota Wilayah Utara dengan nilai 4,05.

Pada kategori OPD berhasil diraih oleh RSUD Gambiran dengan nilai 4,11 dan Dispendukcapil Kediri dengan nilai 3,68. Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Expose Penyampaian Monitoring Pelayanan Publik di Kota Kediri, yang bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kota Kediri.

Hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Daerah Kota Kediri Budwi Sunu, Pelaksana Tugas Asisten Umum Setda Kota Kediri Yoyok Susetyo, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Kediri, Camat, Lurah dan tim penilai.

Pewarta: Asmaul Chusna

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019