Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan pembangunan Tol Probolinggo-Lumajang untuk membuka akses jalur baru menuju objek wisata Gunung Bromo yang merupakan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dari arah Kabupaten Lumajang.

Selama ini wisatawan mengunjungi objek wisata Gunung Bromo melalui Probolinggo, selain bisa juga melalui Pasuruan dan Malang.

"Pembangunan Tol Probolinggo-Lumajang untuk membesarkan sektor pariwisata di TNBTS, sehingga harapannya bisa membesarkan wisata Gunung Bromo dengan membuka jalur baru dan yang berpotensi adalah Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang," kata Wagub Emil usai menghadiri seminar nasional di FKIP Universitas Jember, Rabu.

Baca juga: Rute jalur tol Probolinggo-Lumajang masih dalam kajian

Dibukanya jalur baru wisata Gunung Bromo melewati Senduro, lanjut dia, akan mendongkrak pariwisata lainnya seperti Ranupani, puncak B-29, dan pura tertua yang bernilai heritage yakni Pura Mandara Giri Semeru Agung yang bisa dikembangkan sebagai wisata heritage.
Masyarakat suku Tengger dan wisatawan berada di bibir kawah Gunung Bromo pada Upacara Yadnya Kasada, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (18/7/2019). ANTARA FOTO/Zabur Karuru/pras.

Menurut Emil Dardak, wisatawan yang menikmati pemandangan Gunung Bromo di Penanjakan lewat Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo sudah sangat ramai, sehingga dengan dibangun nya jalur tol Probolinggo-Lumajang maka diharapkan wisatawan bisa menikmati Gunung Bromo melalui Senduro, Kabupaten Lumajang.

"Keberadaan tol sangat menunjang sektor pariwisata, sehingga wisatawan yang ingin menikmati keindahan Gunung Bromo bisa lewat Senduro, sehingga tidak hanya lewat Sukapura, Kabupaten Probolinggo saja," ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, Pemerintah Provinsi Jatim juga mendorong adanya sodetan tol dari Kabupaten Situbondo ke Kabupaten Bondowoso yang tersambung dengan ruas tol Trans Jawa di Probolinggo - Banyuwangi melalui jalur Situbondo.

"Kami juga mendorong agar jalan tol yang ada di Situbondo bisa disodet ke Bondowoso karena jarak Jember-Bondowoso hanya 40 km dari pusat kota Jember, sehingga masyarakat Jember bisa lewat sana atau Lumajang," katanya.

Kendati tidak dilewati jalan tol, Emil mengatakan Jember juga punya peran penting dalam rencana pengembangan ekonomi di kawasan Tapal Kuda karena memilliki sejumlah kampus dan pusat penelitian.

Pewarta: Zumrotun Solichah

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019