Direktur and Chief Marketing Officer Manulife Indonesia, Novita Rumngangun menyebutkan kesadaran perencanaan keuangan masyarakat Indonesia masih sangat rendah, yakni hanya sekitar 1,7 persen dari total jumlah penduduk, padahal kemampuan dan produktivitasnya ada, serta mempunyai uang.

"Oleh karena itu, kami tidak lelah untuk mendorong kesadaran itu muncul, dan mengajak teman-teman jurnalis supaya semakin banyak orang tahu atau melek terhadap bagaimana merencanakan keuangan," kata Novita di Surabaya, Jawa Timur, Jumat.

Novita yang ditemui usai peluncuran produk MiFuture Income Protector (MiFIP) di Surabaya mengatakan, rendahnya kesadaran diduga karena optimisme yang tinggi dari sebagai masyarakat Indonesia terhadap kehidupan hari tua.

Bedasarkan data Manulife Investor Sentiment Index (MISI) tahun 2017, sebagian besar masyarakat Indonesia optimistis akan hari tua dan memiliki ekspektasi 57 persen lebih baik dari gaya hidup saat ini, dan hanya 19 persen yang merasa khawatir akan kehabisan uang pada masa pensiun nanti.

Namun, ketika dilihat di lapangan mayoritas masyarakat hanya dapat menyiapkan dana pensiun kurang dari Rp100 juta, yang akan habis dalam 2-3 tahun dengan rata-rata pengeluaran rumah tangga Rp4 juta per bulan.

"Artinya, optimisme tersebut tidak dapat diraih dalam sekejap, sehingga perlu produk yang bisa mengantisipasi berbagai risiko kehidupan untuk mencegah bergantung pada anak dan menjadikan mereka beban," katanya.

Manulife Indonesia yang merupakan salah satu perusahaan asuransi di Tanah Air, kata Novita, mendorong bagaimana bisa memberikan solusi bagi masyarakat Indonesia dalam pengelolaan uang.

"Tujuan kami dalam setiap mengeluarkan produk bukan pada angka atau target, artinya semakin banyak masyarakat bisa terpenuhi kebutuhannya maka yang namanya angka akan mengikuti," katanya kepada wartawan.

Manulife Indonesia terus berusaha membuka kesadaran masyarakat Indonesia dengan menyediakan produk yang lengkap sesuai dengan keinginan masyarakat.

"Kami dalam membuat produk bukan melihat produk itu mana yang paling mahal atau murah, namun produk itu bagaimana bisa memberi manfaat dan membantu masyarakat," katanya.

Sementara terkait produk MiFIP, kata Novita, dirancang untuk para nasabah yang menginginkan ketenangan jangka panjang dan tidak terpengaruh oleh pergerakan pasar, serta memberikan berbagai manfaat hingga enam kali jumlah premi yang dibayarkan sehingga nasabah siap menghadapi hari tua.

"Selama lebih dari 34 tahun di Indonesia, kami berkomitmen kuat untuk terus membantu memudahkan hidup masyarakat Indonesia pada setiap tahap kehidupannya, termasuk hari tua mereka. Dengan MiFIP, masyarakat tidak perlu khawatir akan pendapatan tetap terutama ketika mereka sudah tidak Iagi bekerja," katanya.
 

Pewarta: A Malik Ibrahim

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019