Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengemukakan, kartu elektronik ternak (e-Nak) untuk mengidentifikasi dan sensus sapi beserta peternak sekaligus mengetahui perkembangan ternak sapi sehingga terdata dengan baik.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi meluncurkan kartu elektronik ternak (e-Nak) pada acara Festival Sapi dan Hewan Piaraan di Lapangan Glagah Agung, Kecamatan Purwoharjo pada Minggu (4/8).

"Ini cara Banyuwangi untuk mengidentifikasi sekaligus melakukan sensus bagi sapi dan para peternak di Banyuwangi. Tentu ini akan sangat membantu para peternak, sekaligus memudahkan petugas pemantau hewan ternak yang ada di masing-masing wilayah," ujar Bupati Anas di Banyuwangi, Senin.

Kartu e-Nak merupakan kartu yang di dalamnya berisi data tentang ternak khususnya sapi, dan melalui kartu tersebut sapi yang terdaftar akan terpantau usia, data kepemilikan, kesehatan hingga riwayat kehamilan.

Sapi yang sudah terdata itu, nantinya akan dipasang barcode yang dikalungkan di leher sapi, dan siapapun bisa melihat riwayat sapi cukup dengan menginstal aplikasi QR and Barcode Scanner di android masing-masing untuk mengetahui detail riwayat data sapi dan kepemilikan, dengan men-scan barcode yang dikalungkan di sapi.

"Jadi dengan menggunakan sistem barcode semua riwayat sapi bisa terlihat. Dan ini tidak mungkin tertukar karena detail fisik sapi mulai dari tanduk, moncong dan lainnya sudah difoto, termasuk titik koordinat keberadaan sapi itu sendiri," Anas.

Kartu kepemilikan ternak ini langsung terkoneksi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK/e-KTP) pemilik.

Dan lewat kartu ini, kata Anas, banyak keuntungan yang bisa  diperoleh para peternak, dan salah satunya ternak peserta berhak mendapatkan pelayanan kesehatan hewan.

"Para pembeli ternak juga akan diuntungkan. Mereka yang akan membeli ternak akan terhindar dari upaya penipuan. Karena riwayat kesehatan sapi akan terpantau melalui kartu tersebut, misalnya pernah beranak berapa kali, pernah sakit, produktif atau tidak dan lainnya," katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Banyuwangi Arief Setiawan mengatakan proses pendaftaran kepemilikan kartu e-Nak cukup mudah, peternak cukup membayar Rp40.000 per tahunnya dan kemudian petugas peternakan akan  melakukan pendataan secara detail.

"Mereka akan langsung kami beri kartu dan mereka akan mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan ternaknya," ujarnya.

Menurut Arief, sampai saat ini sapi peserta e-Nak ini mencapai 8.000 ekor dari jumlah keseluruhan ternak di Banyuwangi yang mencapai 145 ribu ekor.

Jumlah sapi yang sudah terdaftar, kata Arief, sementara masih di Kecamatan Wongsorejo yang  merupakan daerah dengan populasi sapi terbesar di Banyuwangi.

"Secara bertahap program ini akan kami lakukan di kecamatan yang lain," katanya. 

Pewarta: Novi Husdinariyanto

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019