Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur memprioritaskan pengamanan pemilu di Pulau Madura dan sejumlah kabupaten di kawasan tapal kuda seperti Kabupaten Pasuruan, Probolinggo, dan Situbondo yang dinilai merupakan daerah rawan konflik dalam Pemilu 2019.

"Untuk Jawa Timur, daerah yang paling rawan adalah Pulau Madura secara keseluruhan, sehingga semua kabupaten di sana mendapatkan prioritas pengamanan dalam pelaksanaan Pemilu 2019," kata Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan saat mengecek kesiapan akhir pengamanan pemilu di Kabupaten Jember, Minggu.

Menurutnya beberapa kabupaten di Pulau Madura memiliki sejarah kerawanan yang cukup tinggi baik saat pelaksanaan pemilihan kepala desa, pemilihan bupati, pemilihan Gubernur Jatim, dan pemilu presiden sebelumnya, bahkan sempat dilakukan pemungutan suara ulang (PSU).

"Selain Madura, ada beberapa kabupaten di kawasan tapal kuda yang mendapatkan prioritas pengamanan pemilu seperti Kabupaten Pasuruan, Probolinggo, dan Situbondo, namun kerawanannya tidak menyeluruh seperti di Madura karena hanya di tingkat kecamatan saja," tuturnya.

Ia menjelaskan sejumlah daerah yang memiliki catatan kerawanan berdasarkan pengalaman pemilu sebelumnya akan mendapatkan pengamanan ekstra ketat dari aparat kepolisian dan TNI, bahkan jumlah personel juga diperbanyak untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Luki mengatakan persiapan pengamanan pemilu di Jember cukup bagus berdasarkan paparan yang disampaikan Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo dengan menempatkan personel secara merata dan menambah personel di titik-titik rawan, serta melakukan koordinasi yang baik dengan TNI.

"Kerawanan pemilu di Jember ada di 12 TPS berdasarkan pengalaman pemilu sebelumnya dan Kapolres Jember sudah menempatkan jumlah personel lebih banyak untuk mengamankan pesta demokrasi lima tahunan itu, serta Polda Jatim mengirimkan bantuan pengamanan sebanyak 100 personel Brimob di Jember," katanya.

Sementara Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo mengatakan kunjungan kerja Kapolda Jatim ke Polres Jember dan beberapa kabupaten lain seperti Situbondo dan Bondowoso dalam rangka persiapan pengamanan Pemilu 2019.

"Kami menempatkan 17.000 personel gabungan untuk mengamankan 7.670 TPS yang tersebar di 31 kecamatan di Jember dan ada 12 TPS yang dinilai rawan, namun bukan rawan konflik sosial. Kerawanan di 12 TPS tersebut adalah rawan geografis karena letaknya berada di pelosok," katanya.

Ia mengatakan situasi di Kabupaten Jember aman dan kondusif, sehingga pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar datang ke TPS untuk memberikan hak suaranya.(*)

Pewarta: Zumrotun Solichah

Editor : Tunggul Susilo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019