Warga  dari berbagai daerah di Jawa Timur,  yang mayoritas pemuda memadati Gedung Olahraga (GOR) Jayabaya, Kota Kediri, Jawa Timur, untuk menonton acara "Mata Najwa On Stage", Sabtu (23/3) malam.

Najwa Shihab yang merupakan pembawa acara itu mengaku sangat senang bisa menggelar acara "Mata Najwa On Stage" di Kota Kediri. Kota ini cukup menyenangkan.

"Senang banget bisa main ke Kediri. Belum pernah dan ini baru pertama senang banget rasanya dan rugi harusnya dari dulu," kata Najwa saat bertemu dengan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar di Kediri. 

Ia juga berharap seluruh penonton menikmati acara ini. Walaupun tahun politik, dipastikan acara ini juga akan "adem".

"Pokoknya yang 'happy-happy' saja, tahun politik pokoknya dibuat adem saja," kata dia.

Sementara itu, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyambut baik acara ini. Ia juga senang Kediri menjadi salah satu lokasi yang dipilih dalam kegiatan ini. Ia juga meminta agar Najwa mencicipi menu kuliner yang khas di Kediri, yakni nasi pecel dan tahu takwa.

Kegiatan "Mata Najwa On Stage" tersebut digelar di GOR Jayabaya Kota Kediri. Sekitar 10.000 penonton yang hadir dalam acara itu memenuhi GOR sejak awal acara hingga selesai. 

Dalam kegiatan itu, terdapat empat narasumber yakni Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Intelektual Muslim Nadirsyah Hosen, dan Novelis Anwar Fuadi. Tema yang diusung dalam acara itu adalah "Melihat Indonesia". 
 
Dalam awal acara, Najwa Shihab mengeluarkan parikan. Ia lalu mengundang dua narasumber di awal yakni Menpora dan Gubernur Jatim. Kedua narasumber tersebut juga ditantang untuk membuat parikan. Setelah itu, mereka menceritakan masa saat menjadi santri. 

Seperti Imam Nahrawi yang merasakan hidup di pondok pesantren selama empat tahun. Pria kelahiran Bangkalan ini menceritakan enaknya menjadi santri. 

"Jadi santri enaknya kita menikmati apa yang ada. Mulai dari makan menggunakan talam secara bergantian dan antre menggunakan kamar mandi. Kita belajar untuk sabar, setia dan bersama-sama di pondok pesantren," ujarnya.

Khofifah Indar Parawansa juga menceritakan masa kecilnya. Santri perempuan ini memiliki hobi mendaki gunung. Ia merasakan nikmat yang luar biasa ketika mendaki gunung, yakni ada banyak keindahan dari Allah SWT. Kemudian, Ia juga mengatakan dirinya aktif berorganisasi sejak SMP dan memiliki cita-cita menjadi presenter. 

"Dulu cita-citanya jadi presenter karena melihat Toeti Adhitama saat di 'dunia dalam berita'. Kok perempuan ini pintar sekali, bisa dijadikan referensi bagi perempuan. Bahwa perempuan harus pintar," kata mantan Menteri Sosial ini. 

Sesi berikutnya, Nana, sapaan Najwa Shihab juga memanggil dua narasumber berikutnya yakni Nadirsyah Hosen dan Anwar Fuadi. Dimana Nadirsyah Hosen adalah santri yang berhasil menjadi dosen tetap di Fakultas Hukum Monash University, Melbourne, Australia. 

Kemudian Anwar Fuadi, penulis terkenal yang salah satu novelnya berhasil difilmkan yakni "Negeri 5 Menara". Ia mengaku melalui pondok pesantren dirinya pertama kali mengenal Indonesia. Karena pada saat ia masuk di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo dirinya bisa bertemu dengan orang-orang dari seluruh penjuru Nusantara.

Acara semakin meriah dengan penampilan bintang tamu, stand up comedy Iqbal Kutul dan group band Nidji. Ribuan penonton baik dari Kediri, Jombang, Tulungagung, dan sejumlah kota lainnya di Jatim, tampak antusias mengikuti acara tersebut hingga berakhir hampir tengah malam itu. 

Selain Wali Kota Kediri hadir pula Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah, Ketua TP PKK Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar, Forkopimda Kota Kediri, Perwakilan PT Gudang Garam, Tbk, dan sejumlah tokoh agama lainnya. (*)
 

Pewarta: Asmaul Chusna

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019