Bondowoso (Antaranews Jatim) - Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin menginstruksikan seluruh elemen masyarakat, termasuk para pejabat agar pada malam pergantian tahun tidak menggelar kegiatan yang bersifat hura-hura.

"Untuk pergantian tahun Masehi ini agar diisi dengan kegiatan-kegiatan keagamaan," kata Bupati dalam instruksi dengan Nomor  140/861/ 430.10.1/2018 yang diterima Antara di Bondowoso, Jawa Timur, Minggu malam.

Pejabat yang juga Pengasuh Ponpes Manbaul Ulum Tangsil Wetan, Kecamatan Wonosari, itu mengingatkan para pihak agar dalam pergantian tahun dari 2018 ke 2019 itu tidak merayakan dengan menggelar hiburan yang bersifat hura-hura, termasuk meniup terompet dan menyalakan kembang api atau petasan.

"Kepada seluruh organisasi perangkat daerah, camat, kepala desa/lurah, alim ulama, tokoh masyarakat dan semua pihak terkait lainnya diinstruksikan  untuk mengingatkan kepada anak-anak muda, remaja dan masyarakat umum lainnya untuk tidak melaksanakan kegiatan sebagaimana poin di atas," katanya.

Sementara itu, Pemkab Bondowoso berencana menggelar pengajian akbar pada malam pergantian tahun dengan menghadirkan ulama muda kharismatik KHR Ahmad Azaim Ibrahimy yang juga Pengasuh Ponpes Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Kabupaten Situbondo.

Pada pengajian yang akan digelar di Alun-Alun Ki Bagus Asra Kota Bondowoso, Senin (31/12) malam itu juga menghadirkan Jam'iyah Sholawat Bhenning yang selama ini biasa mengiringi pengajian KHR Azaim Ibrhimy. (*)

Pewarta: Masuki M. Astro

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2018