Surabaya (Antaranews Jatim) - Sebanyak 258  Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Pendidikan Layanan Khusus Komplek (PLKK) Negeri di wilayah Jawa Timur dikukuhkan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu.

Pengambilan sumpah dan pengukuhan dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Saiful Rachman dan dihadiri Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

"Kepala sekolah itu jabatan fungsional, bukan eselon sehingga perlu dikukuhkan agar bisa melaksanakan tugasnya," ujar Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim di sela sambutan pengukuhan.

Menurut dia, pengukuhan bukan semata-semata proses mutasi, tapi agar bisa maksimal di awal tahun menjelang ujian nasional yang dijadwalkan digelar pada Maret 2019.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan Pemprov Jatim mempunyai program peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang sangat  menentukan dan menjadikan negara lebih sejahtera, bukan tentang bahan baku, iklim maupun kapital.

"Material dan kapital bisa dicari jika kualitas SDM baik. Kita bisa memenangkan kompetisi dengan sumber daya yang berkualitas, caranya melalui pendidikan," ucapnya.

Pemerintah, kata dia, akan membuat program besar-besaran dalam rangka peningkatan kualitas SDM, baik pendidik maupun siswa.

Selain itu, orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut meminta kepala sekolah wajib mengetahui posisinya, wakil kepala sekolah, guru beserta administratornya.

Sebab, lanjut dia, kepala sekolah harus bisa mengukur dan melihat posisi berdasarkan data historis, lalu membuat kerja tim yang kompak, serta benar-benar mengecek kondisi sekolah.

"Kepala sekolah setiap hari membaca peraturan-peraturan terkait sekolah dan manajemennya, kemudian tentang hal yang akan dibicarakan dengan wakil kepala sekolah serta administrator," katanya. (*)

Pewarta: Fiqih Arfani

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2018