Surabaya (Antaranews Jatim) - Anggaran Pendapatan dan Belanda Daerah Kota Surabaya, Jatim untuk tahun anggaran 2019 diperkirakan mengalami kenaikan 10,7 persen yakni dari tahun 2018 senilai Rp9,3 triliun menjadi Rp9,4 triliun.
     
Wakil Ketua DPRD Surabaya Masduki Toha, di Surabaya, Minggu, mengatakan dalam pembahasan RAPBD 2019, peningkatan APBD tahun depan hanya berkisar 10,7 persen ini. Hal ini atas pertimbangannya angka Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) tahun ini menurun hampir separuh dari Silpa 2017. 
     
"Kami mengutamakan pembangunan yang pro rakyat, minimal banjir dan kemacetan bisa diatasi, jadi yang berkaitan dengan kepentingan rakyat diutamakan," katanya. 
     
Menurut dia, dalam pembahsasan RAPBD 2019, penggunaan dana APBD 2019 untuk belanja langsung sekitar 75 persen dan sisanya 25 persen untuk belanja tidak langsung
     
"Ada juga beberapa proyek yang multiyears, jadi nanti hasilnya akan bisa dilihat pada 2020," ujarnya.
     
Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana sebelumnya mengakui jika kekuatan APBD Surabaya 2019 hanya naik 10,7 persen  atau dari Rp9,3 triliun pada APBD 2018 menjadi 9,4 Triliun pada tahun ini.
     
Meski demikian, lanjut dia, pihaknya memperkirakan untuk Silpa Tahun Anggaran 2018 mengalami penurunan yakni dari Silpa 2017 mencapai Rp1,2 Miliar, namun untuk tahun ini hanya separuhnya saja yakni Rp600 Miliar.
     
"Sehingga ada kenaikan penyerapan sekitar 50 persen," katanya.
     
Whisnu mengatakan Pemkot Surabaya memprioritaskan pembangunan pada bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Selain itu juga, berupaya meningkatkan kualitas tenaga kerja dan membantu usaha mikro kecil menengah dan perusahaan rintisan (startup).
     
"Tentang pengembangan usaha dan ketenagakerjaan juga akan akami kuatkan. Intinya bagaimana penguatan tentang UMKM dan start up itu yang harus didorong maju," katanya.
     
Untuk bidang kesehatan, pemerintah berencana membangun rumah sakit di wilayah Surabaya timur dan selatan dengan alasan akses warga di wilayah itu masih terbilang jauh dari pusat kota. 
     
Sementara RSUD Soewandhie milik Pemkot Surabaya selama ini hanya melayani warga Surabaya di wilayah utara dan pusat kota, sedangkan RSUD Bhakti Dharma Husada melayani warga di wilayah barat. (*)

Pewarta: Abdul Hakim

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2018