Malang (Antaranews Jatim) - Serapan gabah dan beras yang harus dilakukan oleh Perum Bulog dari dalam negeri terkendala tingginya harga, dimana hingga saat ini realisasi penyerapan gabah dan beras masih berada di bawah target yang telah ditetapkan.

Kepala Bulog Sub Divre VII Malang Fachria Latuconsina mengatakan bahwa saat ini pihaknya baru bisa merealisasikan target serapan beras yang ditetapkan untuk 2018 sebesar 40,04 persen, dari total rencana serapan yang sebanyak 42.900 ton.

"Realisasi mencapai 17.175,9 ton, atau 40,04 persen. Kendala yang dihadapi adalah harga gabah beras di atas HPP, dan panen sudah mulai berkurang," kata Fachria, kepada Antara, Jumat.

Dalam Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2015 Tentang Kebijakan Pengadaan Gabah atau Beras dan Penyaluran Beras Oleh Pemerintah, besaran Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Perum Bulog untuk gabah kering panen adalah Rp3.700 per kilogram di tingkat petani dan Rp3.750 per kilogram di tingkat penggilingan.

Sementara untuk gabah kering giling, HPP ditetapkan Rp4.600 per kilogram di tingkat penggilingan dan Rp4.650 di gudang Bulog.

Berdasarkan pantauan Antara pada Kamis (30/8), harga jual tebas per kilogram padi mencapai Rp4500-Rp4.700 per kilogram. Sementara untuk harga gabah kering panen berkisar Rp5.000-Rp5.500 per kilogram. Dengan kondisi tersebut, Perum Bulog sulit untuk melakukan penyerapan.

Fachria menambahkan, tugas Perum Bulog menyerap gabah atau beras, saat harga komoditas tersebut sedang rendah, atau berada di bawah HPP. Pada 2017, realisasi serapan tercatat sebesar 53 persen dari target yang ditetapkan sebanyak 67.100  ton.

Sementara berdasar catatan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Juli 2018, untuk rata-rata harga GKP di tingkat petani tercatat Rp4.633 per kilogram atau turun 0,38 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.716 per kilogram atau turun 0,48 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada Juni 2018.

Namun, meski catatan BPS menunjukkan penurunan harga, harga rata-rata GKP tersebut masih di atas HPP Perum Bulog untuk melakukan penyerapan gabah.

Data Perum Bulog menyebutkan, hingga 21 Agustus 2018 stok beras yang dimiliki mencapai 2,17 juta ton.Dari total stok yang dimiliki Perum Bulog tersebut terbagi dari beras medium dalam negeri yang merupakan hasil serapan sebanyak 811.391 ton, stok komersial sebanyak 148.663 ton, dan beras asal impor sebanyak 1,21 juta ton.

Pewarta: Vicki Febrianto

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2018