Surabaya, 30/6 (Antara) - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jawa Timur menyebutkan hasil evaluasi pengendalian harga selama Ramadhan hingga Lebaran 2018 cukup stabil, dengan rentang fluktuasi harga (volatilitas) cukup rendah.

  "Hal ini merupakan pertanda positif, karena dengan volatilitas yang rendah bisa diartikan bahwa pergerakan harga
lebih stabil dan ekspektasi masyarakat dapat lebih terkendali," tutur Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur pada High Level Meeting (HLM) TPID Provinsi Jawa Timur, Harmanta dalam keterangan persnya di Surabaya, Sabtu.

 Ia mengatakan, harga beberapa komoditas seperti gula, minyak goreng, telur ayam ras, daging ayam ras dan cabai rawit pada Ramadhan dan Lebaran 2018 terpantau lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

 Selain itu, monitoring perkembangan harga melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional per tanggal 25 Juni 2018 juga menunjukkan perkembangan harga beberapa komoditas seperti beras, tepung terigu, minyak goreng dan gula pasir tercatat stabil, bahkan untuk komoditas beras, tercatat mengalami tren penurunan.

 "Jika kita melihat dari pola historis selama beberapa tahun terakhir, pergerakan harga di tahun 2018 tercatat lebih 'smooth' (halus) dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dimana harga dapat berubah signifikan setiap hari. Selain itu, level harga komoditas di Provinsi Jatim masih lebih rendah dibandingkan Provinsi lainnya dengan volatilitas yang lebih stabil," katanya.

Hasil evaluasi di 8 kabupaten/kota Jatim berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK), tercatat komoditas yang memberikan sumbangan inflasi pada Juni 2018 (menjelang Lebaran) adalah daging ayam ras, daging sapi serta cabai rawit yang menunjukkan kenaikan harga yang cukup tinggi di semua Kota/Kabupaten IHK.

Sementara, di Surabaya tercatat mengalami deflasi untuk 30 komoditas yang dipantau.

 "Penurunan harga beras dan telur ayam yang masih berlanjut di bulan Juni menjadi penyebab utama terjadinya deflasi di Kota Surabaya. Penurunan harga  kedua komoditas tersebut juga terjadi di daerah lainnya, namun pada level yang lebih rendah," katanya.

 Sebelumnya, Inflasi Jatim pada awal Ramadhan (Mei) 2018 tercatat jauh lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir, adalah sebesar 0,17 persen atau lebih rendah dibanding rata-rata inflasi beberapa tahun terakhir pada awal sampai pertengahan Ramadhan yang mencapai antara 0,36 persen 0,60 persen. (*)
 

Pewarta: A Malik Ibrahim

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2018