Jember (Antaranews Jatim) - Aksi massa "212" dari berbagai elemen masyarakat dan pondok pesantren mengkritik kepemimpinan Bupati Jember Faida dalam menjalankan tugasnya sebagai kepala daerah selama dua tahun terakhir.

Ratusan warga dari berbagai elemen masyarakat menggelar aksi damai pada 21 Februari 2018 atau disebut aksi damai "212" dan melakukan istighatsah di Masjid Jami Al-Baitul Amin sebagai ungkapan keprihatinan atas kondisi Pemerintahan Kabupaten Jember, Jawa Timur.

"Kami merasa prihatin dengan kondisi Kabupaten Jember yang mengalami kemunduran selama dua tahun terakhir, sehingga kami merasa peduli untuk mengingatkan pemerintahan saat ini," kata koordinator aksi Kustiono Musri di sela-sela orasi di samping Masjid Al-Baitul Amin Jember, Rabu.


Menurutnya berbagai kebijakan yang dilakukan Bupati Jember dinilai tidak sesuai dengan konstitusi dan melanggar aturan, sehingga banyak persoalan yang muncul baik di lingkup birokrasi maupun masyarakat.

"Aksi ini tidak akan anarkhis dan semuanya akan dilakukan dengan cara damai untuk mengingatkan penguasa yang semakin arogan. Kami berharap Bupati Faida secara sadar dan sukarela untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Bupati Jember," tuturnya.

Kustiono juga meminta DPRD Jember menggunakan hak angketnya untuk memberhentikan Bupati Jember karena dinilai tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik, dan bersikap arogan dengan sejumlah persoalan yang ada di Jember.

Setelah berorasi dan melakukan istighatsah, massa menggelar shalat dhuhur bersama di Masjid Al-Baitul Aamin dan kemudian melanjutkan aksinya dengan melakukan "longmarch" ke Gedung DPRD Jember.

Di DPRD Jember, perwakilan massa aksi "212" ditemui pimpinan DPRD Jember dan anggota DPRD dari berbagai fraksi yang didampingi oleh Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo dan Komandan Kodim 0824 Letkol Inf Arif Munawar di ruangan Badan Musyarawah DPRD Jember.

"Kami akan menerima aspirasi elemen masyarakat dan menindaklanjuti sesuai dengan aturan. Sebagai wakil rakyat, kami akan bekerja sesuai amanat rakyat dan menjalankan fungsi kontrol terhadap eksekutif dengan maksimal," kata Wakil Ketua DPRD Jember Ayub Junaidi.

Pantauan di lapangan, aksi massa "212" tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian sejak dari titik berkumpul di Pondok Pesantren ASHRI Talangsari hingga lokasi unjuk rasa dan istighatsah.

Bahkan sejumlah ruas jalan yang menuju lokasi unjuk rasa ditutup sementara untuk menghindari kemacetan dan arus lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif, agar kendaraan tidak terjebak dalam aksi massa "212".

Sementara itu, ratusan personel kepolisian disiagakan untuk mengamankan aksi unjuk rasa tersebut yakni sebanyak 860 personel yang terdiri dari personel Polres Jember, personel sabhara dari Polres Lumajang, Situbondo, Bondowoso dan Banyuwangi, serta Brimob Polda Jatim.(*)
Video Oleh Zumrotun Solichah

Pewarta: Zumrotun Solichah

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2018