Pamekasan (Antaranews Jatim) - Sejumlah anak di Desa Ponteh Pamekasan, Jawa Timur yang menjadi korban bentrok antara ormas Laskar Pembela Islam (LPI) dengan warga di desa itu Jumat (19/1) hingga kini masih mengalami.

Anak-anak di Desa Ponteh yang mengalami trauma itu, yang menyaksikan secara langsung kejadian kasus kekerasan antara LPI dengan warga.

"Soalnya saat kejadian, ada kegiatan ulang tahun anak di rumah, dan tiba-tiba segerombolan orang berbaju serta putih datang dan menyeret perempuan yang datang ke rumah mengantar anak-anak mereka pada acara ulang tahun itu," kata warga di desa itu,Agus Aini, Minggu.

Laskar Pembela Islam (LPI) itu menduga, kerumunan kaum perempuan di Dusun Langtolang, Desa Ponteh, Kecamatan Galis, Pamekasan itu adalah pekerja seks komersial (PSK).

"Padahal, ibu-ibu yang ada saat itu, yang diundang pada hajatan ulang tahun," ujarnya, menjelaskan.

Akibat aksi gerombolan berbaju putih itu, warga dan tetangga Agus Aini langsung membela ibu-ibu tersebut, sehingga bentrok antara LPI dengan warga tidak terhindari.

"Anak-anak banyak ketakutan, menangis histeris, karena situasinya seperti sedang carok, apalagi pasukan LPI itu membawa pentungan," ujar Agus Aini yang juga sempat pingsan saat aksi bentrok antara LPI dengan warga Desa Ponteh, Kecamatan Galis, Pamekasan itu berlangsung pada Jumat (19/1) kemarin.

Sebelumnya, Panglima LPI Madura Abd Aziz Muhammad Syahid mengatakan, aksi penyisiran di Desa Ponteh, Kecamatan Galis, Pamekasan yang dilakukan itu, sebagai upaya untuk mengamalkan ajaran Islam, yakni "memerintahkan pada kebaikan dan memberantas berbagai bentuk kemungkaran".

Kedatangan LPI ke Dusun Langtolang, Desa Ponteh, Kecamatan Galis, Pamekasan itu, menurut dia, karena di desa itu, ada salah satu rumah warga yang menjadi tempat prostitusi ilegal.

"Ini jelas bertentangan dengan syariat Islam, serta visi misi Kabupaten Pamekasan yang telah menjalankan syariat Islam melalui program Gerakan Pembangunan Masyarakat Islami (Gerbang Salam)," ujar Aziz.

Sebelum melakukan penyisiran, pihaknya mengaku, telah meminta pemkab dan aparat penegak hukum melakukan penertiban berbagai jenis penyakit masyarakat yang ada di Pamekasan, akan tetapi tidak diindahkan.

Ia juga membenarkan mengenai adanya anggota laskar yang terluka dalam bentrok yang terjadi di rumah prostitusi di Desa Ponteh, Kecamatan Galis, Pamekasan yang terjadi Jumat (19/1) itu.

Sementara itu, Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo menyatakan, telah memproses kasus bentrok antara LPI dengan warga Desa Ponteh, Kecamatan Galis, Pamekasan, Madura yang terjadi Jumat.

"Kami telah mengumpulkan barang bukti yang ditemukan di lokasi bentrok, termasuk menyita mobil ormas Islam tersebut yang dirusak massa saat kejadian berlangsung," katanya, menjelaskan. (*)

Pewarta: Abd Aziz

Editor : Tunggul Susilo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2018