Surabaya (Antara Jatim) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya mendukung pembangunan masjid As-Sakinah setelah adanya perubahan desain yakni terpisah dengan gedung baru DPRD Surabaya.

"Yang direncanakan pemkot sudah sesuai dengan apa yang dikehendaki syariat. Bahwa bangunan masjid adalah tanah waqaf yang tidak boleh ditukar fungsikan untuk yang lain," kata Sekretaris Umum MUI Jatim, Ainul Yaqin kepada wartawan di Surabaya, Senin.

Menurut dia, pihaknya mendukung rencana Pemkot Surabaya untuk membangun masjid di tempat awal dengan lebih baik dan lebih luas sehingga bisa menampung lebih banyak jamaah. Menurutnya, yang terpenting adalah wujud masjid kelihatan lebih baik dan tidak bercampur dengan gedung lain.

Ketua PCNU Kota Surabaya Muhibbin Zuhri menyampaikan untuk membangun masjid baru yang lebih besar, maka membongkar masjid yang lama adalah keniscayaan. Yang terpenting, lanjut Muhibbin, pemkot menyediakan lokasi dan fasilitas yang memadai agar aktivitas ibadah tetap bisa dilakukan di lokasi tersebut.

"Ini penting agar aktivitas seperti ibadah sholat jumat yang selama ini dilaksanakan di masjid yang dibongkar, dapat tetap dilaksanakan di lokasi yang telah disediakan selama proses pembangunan," ujarnya.

Wakil Ketua PD Muhammadiyah Surabaya Ibrahim menyampaikan pihaknya telah berkunjung ke Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk menyampaikan sikap dari PD Muhammadiyah terkait masjid As-Sakinah.

Beberapa poin tersebut, kata Ibrahim, di antaranya bahwa pembangunan masjid di lingkungan tersebut hendaknya menjadi ruang bagi publik. Bukan hanya untuk dewan saja agar syiarnya lebih menggema.

Selain itu, lanjut dia, masjid dibangun kembali lebih luas dan megah agar menampung jamaah lebih banyak. "Serta ada tempat dan fasilitas pengganti sholat yang memenuhi syarat. Bila memang memenuhi syarat-syarat tersebut, kami sepakat," ujar Ibrahim.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Tata Ruang Kota Surabaya, Ery Cahyadi mengatakan dalam proses pembangunan masjid As-Sakinah, pemkot mendengar masukan dari para alim ulama.

"Dalam membangun masjid, pemkot hanya mendengarkan apa yang disampaikan oleh para alim ulama," ujar Ery Cahyadi.

Ery menambahkan masjid As-Sakinah akan dibangun lebih besar sembari memperlihatkan gambar desain masjid tersebut. Ery menyebut luasan bangunannya 15x24 meter dan anggarannya jadi satu dengan renovasi pembangunan gedung dewan.

"Pembangunan masjid baru ini ditargetkan selesai pada Desember 2018," ujarnya. (*)

Pewarta: Abdul Hakim

Editor : Endang Sukarelawati


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2017