Sumenep (Antara Jatim) - Harga rata-rata garam rakyat di tingkat petani di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, turun dari sebelumnya Rp2.400 per kilogram menjadi Rp2.200 per kilogram.

"Harga garam rakyat turun sejak tiga hari lalu, tepatnya setelah wilayah Sumenep dan sekitarnya diguyur hujan," kata Ketua Aliansi Masyarakat Garam (AMG) Sumenep, Ubaidillah di Sumenep, Kamis.

Hujan yang mengguyur wilayah Sumenep dan sekitarnya itu dinilai mempengaruhi kualitas garam yang dihasilkan petani garam rakyat setempat.

Petani diduga memungut atau memanen garam lebih cepat atau awal supaya tidak terkena atau mencair akibat air hujan.

Ubaidillah berharap kondisi cuaca pada masa akhir kemarau tahun ini masih "bersahabat" dengan petani garam rakyat.

"Saat ini, petani masih menggarap lahan pegaraman atau berusaha memproduksi garam. Kalau tujuh hari ke depan tidak hujan, petani masih bisa panen garam," ujarnya.

Kepala Dinas Perikanan Sumenep, Arif Rusdi juga berharap kondisi cuaca pada masa akhir kemarau tahun ini mendukung produksi garam rakyat dan selanjutnya petani masih bisa memanen komoditas tersebut.

Pada tahun ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan memproyeksikan produksi garam rakyat di Sumenep sebanyak 250.000 ton.

Sesuai data di Dinas Perikanan Sumenep per 4 November 2017, produksi garam rakyat yang dihasilkan petani di delapan kecamatan setempat sebanyak 171.903,58 ton.

"Untuk sementara produksi garam rakyat di Sumenep masih di bawah proyeksi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Semoga saja pada masa akhir kemarau ini ada tambahan produksi yang signifikan," kata Arif, menerangkan. (*)

Pewarta: Slamet Hidayat

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2017