Sidoarjo (Antara Jatim) - Petugas Kepolisian Sektor Taman, Sidoarjo, Jawa Timur berhasil menangkap seseorang yang diduga sebagai pelaku pencurian burung peliharaan di wilayah hukum setempat yang dinilai  sudah cukup meresahkan.

Kepala Kepolisian Sektor Taman, Komisaris Polisi, Sudjut, Senin mengatakan, seorang tersangka yang berhasil ditangkap ini berinisial AS warga Ngingas, Waru Sidoarjo.

"Dalam melakukan aksinya ini, pelaku bergerak sendiri dengan keliling perumahan yang memiliki hewan peliharaan yakni burung," katanya saat dikonfirmasi di Sidoarjo.

Ia mengemukakan, begitu mengetahui ada burung peliharaan di teras rumah, pelaku kemudian langsung bergerak untuk mencuri burung tersebut.

"Dari pengakuan tersangka baru satu kali melakukan aksi pencurian ini, tetapi akan terus kami kembangkan apakah ada korban lainnya terkait dengan pengungkapan kasus ini," ujarnya.

Ia menjelaskan, atas pengungkapan kasus ini, petugas berhasil menyita dua ekor burung jenis "love bird" yang diduga sebagai burung hasil tindak pencurian pelaku.

"Selain itu, kami juga menyita sebuah sepeda motor matic, milik pelaku yang digunakan sebagai sarana pelaku mencari sasaran pencuriannya," katanya.

Pengungkapan kasus ini, kata dia, terjadi saat pelaku membawa burung hasil curiannya, dan keluar ke jalan raya. Tetapi, saat perjalanan tersebut, pelaku bertemu dengan anak korban yang mengetahui burung milik orangtuanya sedang dicuri.

"Ketika ditanya, korban tidak bisa menjelaskan asal usul burung hasil curiannya tersebut. Seketika itu juga, pelaku menjadi bulan-bulanan massa untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," katanya.

Atas kasus ini, kata dia, pelaku dijerat dengan pasal 363 ayat 1 KUHP dengan ancaman di atas lima tahun kurungan penjara.

"Kami juga meminta kepada masyarakat untuk lebih waspada terhadap lingkungan sekitar, dan segera melaporkan kepada petugas keamanan terdekat jika mengetahui ada hal-hal yang dianggap mencurigakan," katanya.(*)

Pewarta: Indra Setiawan

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2017