Bojonegoro (Antara Jatim) - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyebutkan pencari kartu surat keterangan miskin yang bisa dimanfaatkan untuk berobat secara gratis tetap stabil sama dengan tahun lalu rata-rata berkisar 35-40 warga per hari.

"Pencari rekomendasi surat keterangan miskin tidak ada perubahan dengan jumlah yang stabil setiap harinya," kata Bidang Rehabilitasi Sosial dan Peningkatan Kesejahteraan Sosial Disnakertransos Bojonegoro, Dwi Harningsih di Bojonegoro, Kamis.

Menurut dia, pencari surat keterangan kartu miskin sebagai pengganti Kartu Indonesia Sehat (KIS)  dan Jamkesda  dari warga yang sakit dan ibu hamil tua sebagai persediaan menjalani persalinan di rumah sakit (RS).

Warga pencari surat keterangan miskin itu, lanjut dia, terbanyak dari Kecamatan Kota, Dander, Trucuk, Sumberrejo dan Baureno.

"Warga dari kecamatan yang jauh dari kota juga ada yang mencari surat keterangan miskin, tetapi tidak banyak jumlahnya," ucapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan persyaratan pokok warga bisa memperoleh surat keterangan miskin untuk berobat iada 14 kriteria, antara lain, rumah berdinding bambu dan berlantai tanah, pendapatan tidak lebih Rp500 ribu per bulan, dan tidak memiliki sepeda motor.

Persyaratan itu memperoleh rekomendasi dari kepala desa (kades) di wilayahnya masing-masing juga puskesmas berupa surat keterangan dari petugas kesehatan bahwa warga itu sakit.

"Proses pembuatan surat keterangan miskin tidak lama  bisa langsung jadi, tetapi kalau kepala dinas sosial ada kegiatan ya paling tidak sehari baru bisa jadi," ucapnya, menegaskan.

Ia menambahkan pencari surat keterangan miskin tahun lalu mencapai  8.460 warga, di antaranya, sekitar 5 persen memperpanjang  surat keterangan miskin yang masa berlakunya 3 bulan pada 2017.  

Surat keterangan miskin di daerahnya itu, lanjut dia, bisa dimanfaatkan untuk berobat di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo, puskesmas, tetapi berdasarkan rujukan dokter di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo.

"Warga yang memperoleh surat keterangan miskin untuk kemudian  memperoleh rekomendasi berobat ke RS Dr. Soetomo Surabaya rata-rata berkisar tujuh sampai 10 warga miskin per bulannya," ujarnya. (*)
Video Oleh: Slamet Agus Sudarmojo

Pewarta: Slamet Agus Sudarmojo

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2017