Pamekasan (Antara Jatim) - Forum dialog kebangsaan yang digelar Dewan Mahasiswa (Dema) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan, Jawa Timur, Minggu, merekomendasikan agar kampus itu menolak organisasi kemasyarakatan dan kemahasiswaan yang anti-Pancasila.

"Forum juga sepakat pihak kampus melarang berbagai jenis kegiatan anti-Pancasila dan anti-NKRI di lingkungan kampus STAIN Pamekasan dan perguruan tinggi lainnya," kata Ketua STAIN Pamekasan Dr Mohammad Kosim dalam rilis yang diterima Antara melalui Ketua Dema STAIN Pamekasan Lian Pawahan, Minggu malam.

Forum yang menghadirkan Ketua STAIN Dr Mohammad Qosim dan dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) Dr Atiqullah juga sepakat mendukung kebijakan pemerintah melalui Menko Polhukam Wiranto, yang akan membubarkan ormas anti-Pancasila dan anti-NKRI.

Menurut Lian, ormas anti-Pancasila dan anti-NKRI akan merongrong keutuhan bangsa yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu bangsa ini.

"NKRI adalah harga mati, dan oleh karenanya, segala sesuatu yang berpotensi merongrong keutuhan NKRI harus dibubarkan," katanya.

Rekomendasi lainnya, meminta agar Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Pemkab Pamekasan hendaknya lebih proaktif dalam menyosialisasikan wawasan kebangsaan, guna mencegah penyebaran paham anti-Pancasila dan anti-NKRI.

Dialog kebangsaan oleh Dema STAIN Pamekasan itu digelar dalam rangka mencari formulasi dan memberikan sumbangan pemikiran, terkait maraknya paham anti-Pancasila yang akhir-akhir ini berkembang di kalangan masyarakat.

"Rekomendasi ini juga akan kami sampaikan kepada Forpimda Pamekasan agar menjadi perhatian dan segera ditindak lanjuti," ujar Ketua Dema STAIN Pamekasan Lian Pawahan. (*)

Pewarta: Abd. Azis

Editor : Masuki M. Astro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2017