Surabaya (Antara Jatim) - Manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Kota Surabaya menilai banyak warga yang menggunakan mesin pompa untuk menyedot air PDAM khusus di wilayah yang debet airnya kecil.
Direktur Operasional PDAM Surabaya Tatur Jauhari, di Surabaya, Rabu, mengatakan dampak penggunaan mesin pompa akan merugikan para pelanggan PDAM Surabaya lainnya.
"Kalau ada yang nyedot, tetangga lainnya tidak kebagian air," katanya.
Untuk itu, lanjut dia, PDAM Surabaya mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan mesin pompa untuk menyedot air dari saluran pipa milik PDAM Surabaya.
Menurut dia, di kawasan Surabaya Barat dengan kontur tanah yang lebih tinggi mengakibatkan aliran air di wilayah tersebut kecil. Warga di kawasan tersebut juga diperkirakan banyak yang menggunakan mesin pompa untuk menyedot air PDAM.
Penggunaan mesin pompa, lanjut dia, sebenarnya tidak hanya di wilayah Surabaya barat. Berdasarkan penelusuran petugas PDAM, hal itu juga terjadi di daerah lainnya.
"Di Bulak Banteng banyak yang nyedot, kalau PLN mati, airnya lancar," ujarnya.
Untuk itu, lanjut dia, pihaknya menegaskan untuk mengatasi kecilnya aliran air di wilayah Surabaya barat, PDAM akan menambah pompa reservoar di sejumlah area, seperti di Putat Gede, Alas Malang, dan Beji.
"Di Made, kami akan bangun reservoir kecil, karena coverage areanya tak luas," ujarnya. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2017