Kediri (Antara Jatim) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI memastikan jika daftar pemilih tetap (DPT) ganda itu tidak ada, mengingat pemilih yang terdaftar sudah masuk dalam data di KTP elektronik.
     
"Kalau yang sudah masuk di DPT bisa dipastikan tidak ada yang ganda, karena semua yang masuk DPT itu kan sudah terdata dalam data base di KPT elektronik," kata Komisioner KPU RI Arief Budiman saat menghadiri acara rapat pimpinan dalam rangka monitoring kegiatan tahun anggaran 2016 yang diikuti komisioner KPU se-Jatim di Grand Surya Hotel, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis.
     
Ia mengatakan, setiap warga yang sudah wajib KTP, sudah terdata baik mereka sudah punya secara fisik ataupun belum. Ia pun menegaskan, KTP ganda tersebut tidak ada, dan jika itu pun ada dipastikan di luar data pemilih tetap.
     
"Yang ada di DPT pasti tidak ganda. Prinsipnya, dalam pemilu satu orang pemilih hanya dapat menggunakan hak pilih satu kali. KPU pun dalam mengontrol, juga ada pemberitahuan formulir C6," ujarnya.
     
Selain formulir C6 atau undangan untuk memilih yang didistribusikan oleh PPS (panitia pemungutan suara), KPU juga mengontrol pemberian hak suara dengan tinta.
     
"KPPS harus memahami mekanisme kontrol, sehingga tidak ada satu pemilih yang menggunakan lebih dari satu kali," katanya.
     
Terkait dengan adanya daerah rawan pilkada 2017, Arief mengatakan seluruh daerah yang melaksanakan pilkada semunya diperhatikan. Pihaknya tidak ingin membedakan setiap daerah rawan atau tidak, sebab mereka semuanya sama-sama melaksanakan pemilihan.
     
"Kami menganggap semua penting untuk diperhatikan. Untuk pengawaasan, harusnya ke Bawaslu, kami hanya menyelenggarakan tahapan pilkada dan kami memastikan KPU seluruh daerah yang menjalankan pemilihan itu penting untuk dipastikan dia mampu kerja dengan baik," katanya. 
     
Sebelumnya, sempat beredar di jejaring sosial terdapat KTP ganda, dengan foto yang sama tapi NIK yang berbeda. 
    
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyebut isu beredarnya KTP elektronik ganda yang dimiliki calon pemilih dalam Pilkada 2017 secara serentak merupakan modus berulang. Dia memastikan gambar KTP ganda yang sempat beredar luas di media sosial itu palsu.
     
Tjahjo menegaskan, modus serupa sempat muncul saat tahap pencalonan dari pasangan calon tunggal. Saat itu pun terdapat KTP elektronik yang ditemukan ganda, namun terbukti palsu. Gambar KTP ganda itu, kata dia, sudah diperiksa oleh tim monitoring Pilkada Kemendagri.
     
KPU menetapkan pelaksanaan Pilkada 2017 serentak akan berlangsung pada 15 Februari 2017. Pilkada tersebut diikuti 101 daerah dari tingkat provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Indonesia. Di Jatim, daerah yang ikut pilkada serentak adalah Kota Batu. (*)
Video oleh : Asmaul C


Pewarta: Asmaul Chusna

Editor : Tunggul Susilo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2017