Tulungagung (Antara Jatim) - Dinas Kesehatan Kabupaten Tuluangagung, Jawa Timur, Rabu menggelar inpseksi mendadak ke sejumlah rumah sakit swasta setempat guna memeriksa stok/sediaan farmasi mengantisipasi peredaran vaksin palsu.
    
"Hari ini ada beberapa rumah sakit nonpemerintah yang dilakukan pemeriksaan guna memastikan ada/tidaknya peredaran vaksin palsu di wilayah Tulungagung," kata Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Tulungagung Triswati Sasmito di Tulungagung.
    
Sidak berlangsung kurang-lebih tiga jam, dimulai dari RS Era Medika di wilayah Ngunut lalu dilanjutkan ke beberapa klinik dan rumah sakit swasta yang ada di Kota Tulungagung maupun Kecamatan Campurdarat dan Bandung.
    
Pada kegiatan sidak tersebut, tim Dinkes mengambil sampel beberapa vaksin lalu memeriksa bungkus izin produksi maupun mengujinya dengan tester khusus.
    
Hasilnya, menurut Triswati tidak ada satupun RS maupun klinik swasta yang kedapatan memiliki/menyimpan/mengedarkan produk vaksin palsu seperti akhir-akhir ini merebak di sejumlah kota besar di Indonesia dan menjadi kasus nasional.
    
"Dari keseluruhan rumah sakit swasta yang kami periksa, memiliki vaksin yang aman, tidak ada yang mencurigakan. Namun, ini tadi saya mengambil satu sampel vaksin engerix," katanya.
    
Dia mengatakan ada beberapa kriteria vaksin palsu yang diperhatikan, di antaranya bentuk kemasan yang lebih kasar, nomor "batch" tidak terbaca dengan  jelas dan "rubber-stopper" ada perbedaan warna pada produk asli.
    
"Kami akan selalu melakukan 'monev' (monitor dan evaluasi) seperti ini agar tidak ada penyebaran vaksin palsu di Tulungagung," ujarnya.
    
Sebelumnya, Dinkes Tulungagung menyatakan seluruh vaksin yang digunakan di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah mulai dari posyandu, pustu, puskesmas hingga rumah sakit semua merupakan produk resmi atau asli.
    
Kasi Kefarmasian dan Perbekalan Kesehatan Dinkes Tulungagung Masduki justru mengaku masih memiliki keraguan dengan produk vaksin yang tersedia di klinik-klinik atau rumah sakit swasta maupun tempat praktek dokter.
    
"Ya saya tidak bisa menjamin asli atau palsu di klinik swasta atau praktik dokter. Bisa saja, vaksin yang didapat dari sales yang menawarkan harga murah," ucapnya.(*)

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko

Editor : Tunggul Susilo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2016