Surabaya (Antara Jatim) - Legislator mengusulkan agar kegiatan seminar parenting  (pola asuh anak) di sekolah-sekolah yang masuk kategori tidak mampu atau miskin bisa dianggarkan dalam APBD Surabaya.
    
"Selama ini parenting hanya dilakukan di sekolah-sekolah yang sudah maju, sementara sekolah-sekolah miskin yang kebanyakan di pinggiran kota tidak pernah dilakukan," kata anggota Komisi D Bidang Pendidikan DPRD Surabaya Reni Astuti kepada Antara di Surabaya, Rabu.
    
Menurut dia, kegiatan parenting ini cukup bagus karena dari itu orang tua mengetahui bagaimana cara membesarkan anaknya dengan baik. Tentunya lebih memahami perkembangan fisik dan mental yang juga meliputi emosional dan sosial anak.
    
Jika selama ini sekolah-sekolah maju bisa menggelar seminar parenting, lanjut dia, hal itu dikarenakan sekolah tersebut mampu secara finansial menggelar seminar. Sedangkan sekolah yang tidak mampu akan kesulitan hal itu.
    
"Tentunya harus ada intervensi dari pemerintah agar menganggarkan parenting untuk sekolah sekolah yang tidak mampu," ujarnya.
    
Selain itu, anjut dia, Pemkot Surabaya bisa melibatkan elemen masyarakat atau perusahaan melalui program Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
    
"Mereka bisa melakukan parenting di sekolah sekitar. Ini bukti pengabdian mereka ke masyarakat," katanya.
    
Tentunya, lanjut dia, Pemkot Surabaya harus bisa memetakkan sekolah di wilayah mana saja yang tidak bisa disentuh oleh CSR, baru setelah itu pemkot bisa memutuskan sekolah mana saja yang bisa dianggarkan melalui APBD," katanya. (*)

Pewarta: Abdul Hakim

Editor : Tunggul Susilo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2016