Pacitan (Antara Jatim) - Pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, berhasil mencapai Rp2 miliar atau 24 persen dari total target PAD 2016 sebesar Rp8,225 miliar, hanya dalam kurun satu bulan sejak 1 Januari silam.
    
"Melihat capaian awal tahun ini, kami cukup optimistis target tahunan tersebut bisa tercapai," kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pacitan Wasi Prayitno saat dikonfirmasi melalui telepon, Rabu.
    
Ia mengatakan, evaluasi hasil capaian PAD sektor pariwisata sebesar 24 persen tersebut belum termasuk pemasukan dari aneka retribusi tempat-tempat wisata yang dikelola pemerintah daerah selama libur tahun baru China atau Imlek, Senin (8/2).
    
Rekapitulasi pemasukan dari tiket masuk objek wisata, jasa parkir, retribusi kios dan warung makanan/minuman, hingga pajak hotel dan restoran selama libur Imlek masih dihitung, sebelum digabung dengan capaian PAD sebelumnya.
    
"Data PAD sementara yang kami sampaikan di atas merupakan rekapitulasi selama kurun Januari 2016," jelasnya.
    
Mengacu statistik selama kurun 2015, PAD Kabupaten Pacitan dari sektor pariwisata memang mengalami pertumbuhan signifikan.
    
Dalam APBD induk 2015, pemerintah daerah awalnya hanya menargetkan PAD dari sektor ini sebesar Rp2,2 miliar.
    
Namun lonjakan kunjungan wisatawan seiring kian masyurnya jalur lintas selatan di pesisir Pacitan membuat pemerintah daerah setempat merevisi target PAD dari beberapa objek wisata yang dikelola menjadi Rp4,7 miliar dalam APBD perubahan 2015.
    
"Itupun, hasil akhir yang dicapai dari sektor pariwisata di Pacitan hingga akhir Desember 2015 mencapai 6,834 miliar. Surplus sekitar Rp2,134 miliar," ungkap Wasi.
    
Selama kurun 2015, volume kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Kabupaten Pacitan tercatat mencapai 1.559.450 berdasar jumlah tiket masuk yang terjual.
    
Dari sejumlah objek-objek wisata pesisir yang ada di Pacitan, sebenarnya tidak semua dikelola pemerintah daerah, seperti Pantai Klayar, Watukarung, Srau, Pancer Dor, dan Pantai Taman yang terkenal dengan wahana olahraga adu nyali "flying fox".
    
Sementara beberapa objek wisata pantai lain pengelolaan masih diserahkan ke pemerintah desa, perhutani, serta swasta (Pantai Teleng Ria).
    
"Ada juga beberapa wahana wisata alam lain seperti Goa Gong, Tabuhan, sumber air hangat, serta wisata budaya prasejarah. Beberapa dikelola langsung oleh daerah, beberapa lainnya masih dikelola desa," kata Wasi. (*)

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko

Editor : Masuki M. Astro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2016