Tulungagung, (Antara Jatim) - Sebuah pelengseng jembatan yang baru selesai dibangun dengan nilai anggaran Rp1,2 miliar di Desa Sukowidodo Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, ambrol diterjang banjir bandang yang mengaliri anak Sungai Brantas tersebut.

"Pelengseng itu ambrol akibat debit air meningkat drastis saat turun hujan deras dua hari lalu," terang Wihardi, warga setempat, Kamis.

Ia menduga, penyebab pelengseng ambrol karena tidak kuat menahan arus air yang mengalir deras dengan debit besar.

Tekanan air bah semakin besar karena dari arah hulu merupakan pertemuan arus sungai yang menjadi satu dan melintas di desa masuk wilayah Kecamatan Karangrejo itu.

"Lokasi itu menjadi pertemuan arus dari sungai besar lain seperti Sembon. Arusnya deras sekali," ujarnya.

Sebelum ambrol, lanjut Wihardi, beberapa warga lain melihat air mengalir deras dan menggerus tanah yang berada di dekat pelengsengan.

Akibatnya, tanah dan batu yang berada tepat di samping pondasi jembatan ikut amblas terbawa arus air.

"Kalau ini tidak segera diperbaiki, saat hujan deras lagi pasti semakin parah. Warga khawatir jembatan ini akan patah jika pondasi ikut tergerus banjir," timpal warga lain.

Untuk menjaga keselamatan pengendara yang melintasi jembatan, warga memasang batu dan beberapa cor semen sisa pembangunan saluran air di ujung sebelah barat jembatan.

Tujuannya, kata Wihardi, agar pengguna jalan tidak menginjak bagian itu karena pondasi di bawahnya tidak ada.

Selain itu, pada Kamis pagi warga terlihat bergotong-royong menguru dengan pasir pada pelengsengan sungai yang masih utuh sehingga lebih kuat menahan arus air.

"Diuruk lagi pakai pasir. kondisinya, tanah yang menjadi tumpuan plengsengan sudah mulai tergerus jadi diurug lagi pakai pasir dan batu," ujarnya.

Dikonfirmasi terkait kerusakan plengseng tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Kabupaten Tulungagung, Sutrisno memastikan akan mengevaluasi kerusakan tersebut.

"Kami akan cek dulu dan panggil pelaksana proyek untuk memeriksa penyebab kerusakan konstruksi plengseng itu," ucapnya.(*)

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2016